SLEMAN – Percobaan perampokan dengan diwarnai penembakan terhadap korbannya, terjadi di Dusun Beran, Pendowoharjo, Sleman, Kamis (27/8) pagi pukul 06.30 WIB. Korban Sukartini,50, mengalami luka tembak di ba-gian pelipisnya, dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk pendapatkan perawatan intensif.Dari informasi yang dikumpulkan Radar Jogja, peristiwa tersebut berawal dari korban, Sukartini, 50, yang diinformasikan sebagai seorang bendahara Jamkesda berangkat kerja dari rumahnya Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Turi, Sleman
Namun belum keluar terlalu jauh dari desanya, dia berpapa-san dengan dua pria bermotor dari arah yang berlawanan.Tidak disangka, setelah ber-lalu tak sampai hitungan menit, dua pria bermotor itu sudah menguntit di belakang korban. Tepatnya di antara persawahan, dua pria itu membentak korban seraya meminta korban untuk menyerahkan tasnya. Korban berusaha memperta-hankan tasnya, bahkan cenderung melawan dua pria bermotor ter-sebut. Merasa bentakan dan ancamannya tak diindahkan korban, salah satu dari dua pria itu segera mencabut senjata pistol mainan (jenis air softgun). Meski demikian, korban tetap bersi keras menolak permintaan pelaku.
Akhirnya pelaku mengeluarkan tembakan hingga tiga kali. Tem-bakan pertama dan kedua menge-nai jaket korban. Merasa terancam, korban menjatuhkan diri dengan motornya lalu berlari ke arah persawahan. Saat berusaha lari ini, korban ditembak untuk yang ketigakalinya dan mengenai pili-pisnya. Meski demikian korban masih terus berlari, dan akhirnya terselamatkan setelah banyak warga ber datangan ke tempat kejadian perkara.
Kapolsek Sleman Kompol Tegus Sumartoyo saat dikonfirmsi men-jelaskan, dalam peristiwa terse-but jumlah pelaku ada dua orang. Pelaku melakukan penembakan dengan menggunakan senjata pistol jenis air softgun. “Letusan senjata tersebut mengenai peli-pis korban dan pelurunya sempat tertinggal di pelipis,” kata Kompol Teguh kepada Radar Jogja, petang kemarin.Lebih jauh Kapolsek mence-ritakan kronologisnya. Menurut kapolsek, awalnya korban ber-papasan dengan pelaku di TKP. Melihat korban membawa tas, kedua pelaku berbalik ke arah korban. Saat pelaku mendekat, korban mengira kedua pelaku akan bertanya arah atau tempat. Tapi malah pelaku menodongkan pistolnya dan meminta tas korban.”Tas, tasnya !” ujar pelaku se-perti ditirukan Kapolsek. Meski termasuk berusia lanjut, korban tetap mempertahankan tasnya. “Ora (tidak mau),” balas korban.
Ditodong pistol, korban sem-pat menangkis dan malah be-rusaha merebutnya. Saat pere-butan itu, korban mendengar letusan pistol pelaku yang bu-nyinya seperti mainan cucunya. “Cethek-cethek, gitu bunyinya,” ujar korban di hadapan polisi. Dua kali peluru dimuntahkan dari pistol pelaku mengenai ja-ket korban. Mengetahui senjata yang dipakai pelaku, hanyalah senjata mainan, korban semakin berani. “Tasnya yang ingin di-rebut pelaku dia pertahankan sambil berusaha menjauh dari kedua pelaku,” lanjut Kapolsek.Setelah itu, korban berteriak meminta tolong untuk menarik perhatian warga. “Kunci motor-nya juga sempat akan direbut pelaku, namun oleh korban tetap dipertahankan,” lanjut Kaplsek.
Korban sempat jatuh saat be-rusaha lari dari kedua tersangka ke tengah sawah. Di sawah itulah kemudian sudah ada banyak orang, lalu kedua tersangka lari. “Korban tidak terasa, ternyata pelipisnya berdarah, ungkapnya. Melihat korban terluka, oleh Babinkamtibmas Pendowo, korban dibawa ke Puskesmas terdekat. Namun karena ter-dapat gotri pada lukanya, pe-tugas medis Puskesmas tidak berani mengangkat. “Lalu dibawa ke RSUD Murangan, dan oleh dokter gotri itu berhsil diambil,” jelas Kapolsek.Gotri tersebut merupakan gotri plastik mainan anak-anak. ” Tapi karena agak dalam, dan menem-pel, sehingga darahnya keluar terus,” terang Kapolsek.
Atas peristiwa ini jajaran Pol-sek Sleman masih berusaha mencari pelaku, yang diawali dengan meminta keterangan lebih lanjut dari korban. “Saat ini petugas masih dalam upaya untuk mengejar kedua pelaku,” pungkasnya. (riz/jko/ong)