SETIAKY A KUSUMA/GUNTUR AGA T/RADAR JOGJA
DUTA WISATA: Andong dan becak berhias diri untuk tampil dalam Karnaval Andong, Becak Wisata, dan Sepeda Wisata 2015 yang diadakan di kawasan Malioboro, kemarin (30/8).
JOGJA – Agenda pariwisata bertajuk Karnaval Andong, Becak Wisata, dan Sepeda Wisata 2015 yang dihelat Dinas Pariwisata DIJ mendapatkan sambutan hangat. Itu tampak dari animo warga yang antusias menyaksikan karnaval di sepanjang Malioboro kemarin sore (30/8).
“Karnaval ini merupakan wujud promosi pariwisata,” ucap Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta di sela acara.
Berbeda dengan event pariwisata lainnya, saat karnaval itu, Aris tidak memberikan sambutan. Ia hanya mengibaskan bendera sebagai pertanda dimulainya karnaval. “Tidak perlu ada pidato,” ucap mantan Kabid Aset Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) DIJ ini.
Karnaval itu merupakan rangkaian dari Jogja Fashion Week (JFW) 2015. Dijelaskan, JFW diinisiasi Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) DIJ. Sedangkan karnaval tersebut digelar oleh instansinya.
Dalam karnaval itu, puluhan andong dan becak menjadi peserta. Sampai sekarang peminat kedua jenis kendaraan tradisional itu tetap bertahan di tengah serbuan moda transportasi modern lainnya. Bahkan andong maupun becak menjadi angkutan yang dicari, dan digemari wisatawan setiap berkunjung ke Jogja. Terutama saat datang ke Malioboro.
“Tidak hanya menjadi angkutan, andong dan becak jadi identitas wisata dan budaya di Jogja,” kata Aris.
Peran kendaraan tradisional ini untuk mempromosikan wisata demikian kuat. Tak heran, lanjut dia, kedua moda transportasi tradisional itu telah menjadi ikon wisata dan budaya.
Dalam acara itu, puluhan andong dan becak terlihat dihias. Duta-duta wisata Jogjakarta juga dilibatkan. Misalnya, perwakilan Dimas Diajeng Cilik 2014 dan Dimas Diajeng DIJ 2015. Seluruh duta wisata ini diarak dengan menumpang andong hias. Tak ketinggalan puluhan komunitas sepeda juga berpartisipasi. Mereka mengenakan berbagai atribut menarik.
“Karnaval ini telah menjadi agenda tahunan. Ribuan pengunjung memadati sepanjang kawasan Malioboro. Saking antusiasnya, beberapa pengunjung memanfaatkan moment ini untuk berfoto bersama,” kata Aris dengan wajah sumringah.
Ungkapan kepala Dinas Pariwisata DIJ tak berlebihan. Antusiasme ini tidak hanya dirasakan wisatawan domestik. Beberapa wisatawan mancanegara juga tampak menikmati pawai itu. Di antaranya seperti disampaikan Sarah Williams, wisatawan asal Australia. Dia mengaku mengetahui karnaval itu dari jadwal yang terpampang di Dinas Pariwisata DIJ.
“Bagus sekali, kemarin saya juga naik andong saat jalan-jalan di Jogjakarta. Ternyata setelah dihias terlihat lebih indah. Apalagi di barisan terdepan ada fesyennya juga,” katanya dalam bahasa Inggris.
Rombongan karnaval ini diawali dengan tampilnya peserta Fashion On The Street dari Jogja Fashion Week (JFW) 2015. Kegiatan JFW 2015 sendiri telah berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) sejak 26 Agustus lalu. Fashion On The Street merupakan puncak dari kegiatan JFW 2015. Pawai diawali dari depan kantor Dinas Pariwisata DIJ hingga Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 1949.
Ratusan model mengenakan busana fantasi lengkap dengan make up-nya. Mereka tak hanya datang dari Jogja. Namun juga ada yang dari luar kota seperti peserta dari Surakarta. Peserta dari Solo itu berpenampilan warna serba hijau muda yang disebut-sebut merupakan busana Ratu Laut Selatan.
Seniman serba bisa Didik Nini Thowok juga unjuk kebolehan. Dia tampil deretan terdepan peserta pawai sehingga menarik perhatian penonton. Beberapa kali Didik melempar senyuman ke arah pengunjung yang memadati sisi barat dan timur Malioboro.
Kemeriahan karnaval bertambah dengan kehadiran barisan Bregada Langenastra, Bregada Alit, dan Bregada Niti Manggala, kereta kencana, hingga tari Bumi Nusantara dari Sanggar Tari Singosari.
Di tempat sama, Kepala Seksi Promosi Wisata Dinas Pariwisata DIJ Putu Kartiyasa kembali mengungkapkan, karnaval itu merupakan bagian dari 62 agenda promosi pariwisata DIJ 2015. Harapannya, dengan berbagai banyak kegiatan promosi itu bakal menggairahkan pariwisata DIJ.
“Kami juga menggelar beragam even demi mengenalkan beragam potensi pariwisata di DIJ,” kata Putu. (dwi/kus/ila/ong)