SEMARAK : Gunungan dan arak-arakan warga yang membawa hasil bumi memeriahkan gelaran merti desa di Krandon, Wedomartani, Ngemplak, Sabtu malam (29/8).
SLEMAN – Untuk pertama kalinya, warga desa Krandon, Wedomartani, Ngemplak, menggelar upacara adat merti desa Sabtu malam (29/8). Kegiatan ini sebagai upaya melestarikan budaya leluhur. Acara ini disertai kirab gunungan hasil bumi dan pergelaran wayang kulit semalam suntuk. Dalam kesempatan ini turut di kukuhkan Satgas Anti Narkoba Krandon Istimewa (Sankist) dan Kelompok Pengelolaan Sampah ‘Bening’. Kendati baru sekali diadakan, upacara adat merti desa berlangsung semarak. Padahal, ke giatan itu digelar malam hari.Sri Widodo selaku ketua panitia pelaksana mengatakan, acara sengaja dilakukan malam hari karena hampir semua warganya sibuk bekerja di siang hari. “Upacara adat ini harus melibatkan seluruh warga agar kekompakan dan kebersamaan bisa terjaga,” jelasnya.
Acara dimulai selepas Salat Isya. Puluhan warga berkumpul di halaman Masjid Miftakhul Jannah dengan mengenakan busana adat Jawa. Bagi yang pria mengenakan busana adat Jawa lengkap dengan blangkon, sementara bagi ibu-ibu dan remaja putri mengenakan kebaya dan ber-kerudung. Sedangkan barisan sola watan mengenakan seragam baju koko dan berpeci.Di halaman masjid tersebut, warga bersiap melakukan kirab menuju Lapangan Dusun Krandon dengan bagian tugas masing-masing. Mereka kaum laki-laki membawa gunungan hasil bumi berupa sayuran dan buah-buahan. Sementara kaum ibu mem-bawa nampan berisi sesaji tumpeng dan jajan pasar. Selain sebagai upaya melestarikan budaya leluhur, kegiatan ini juga untuk menggali potensi desa. (sky/din/ong)