YOGI ISTI P/RADAR JOGJA
AKSI WARGA: Puluhan warga mendatangi kantor desa setempat, kemarin (31/8). Mereka menuntut kepala dukuh untuk mundur dari jabatannya.
SLEMAN – Dituding menya-lahgunakan jabatan untuk men-cari keuntungan pribadi, Su-harjono, Kadus Warak Lor, Sumber adi, Mlati mundur dari jabatannya. Untuk menggolkan tuntutannya, puluhan warga mendatangi kantor desa setem-pat kemarin (31/8). Suharno, 45, salah seorang warga Warak Lor, menuturkan, kemarahan penduduk memun-cak saat ada proyek pembangu-nan jalan yang memangkas tanah pekarangan hak milik. Proyek itu berjalan tanpa ada sosialisasi ke warga. “Tak ada yang tahu. Padahal memotong tanah pribadi dengan konblok,” ungkapnya.Menurut Suharno, tindakan Suharjono yang menuai protes warga itu bukan kali pertama. “Ini akumulasi,” lanjut Suharno yang merasa tak pernah dimintai kerelaan menyisihkan tanahnya untuk pelebaran jalan.
Awalnya, Suharno dan warga lain yang tanahnya terpangkas untuk jalan tak mempersoalkan masalah tersebut. Apalagi, proyek itu untuk kepentingan umum. Namun, sei-ring berjalannya waktu, Suharno menuai masalah saat akan men-jaminkan sertifikat tanahnya untuk pinjam dana ke bank.Pengajuannya selalu ditolak karena sertifikat tanahnya diang-gap bermasalah. “Gambar di sertifikat jadi tak sesuai dengan kondisi lapangan karena tak ada jalan permanen,” bebernya.
Tak cukup sampai di situ, Su-harno menduga ada tindak pe-malsuan tanda tangan untuk proyek sepihak. Suharno me-rasa belum pernah dimintai persetujuan dalam surat tertulis agar merelakan sebagian tanah-nya untuk dibangun jalan. Kasus itu telah diadukan ke desa untuk dicarikan solusi. Tapi, tak pernah ada titik temu. Bahkan, belakangan terkuak kasus lain bahwa Suharjono dinilai telah mempersulit pengu-rusan sertifikat tanah warga dan meloloskan proyek pembangunan tower tanpa persetujuan warga. Pemdes Sumberadi telah meng-gelar rapat untuk klarifikasi ter-hadap Suharjono. Pria paruh baya itu juga sempat menemui warga. Namun, dia tak mau ber-komentar saat ditanyai awak per terkait protes warga.
Kades Sumberadi Hadi Su-nyoto mengatakan, setelah berunding, Suharjono akhirnya bersedia mundur dari jabatan-nya demi mencegah konflik berkelanjutan. “Yang bersang-kutan minta waktu seminggu,” katanya saat membacakan surat pengunduran diri Suharjono di hadapan puluhan warga. Warga tak begitu saja mene-rima putusan rapat desa. Tapi mendesak Suharjono mundur saat itu juga. (yog/din/ong)