DWI AGUS/Radar Jogja
JOGJA – Memperingati Keistimewaan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) yang jatuh pada 31 Agustus kemarin, Dinas Kebudayaan DIJ menggelar berbagai agenda. Kegiatan diawali dengan pawai dengan titik awal kantor Pemerintah Kota Jogja menuju Kantor Dinas Kebudayaan DIJ, Jalan Cendana, sore (31/8) kemarin.
Warga terlihat memadati sepanjang jalur pawai. Total ada 30 kontingen mengikuti pawai Keistimewaan ini. Diawali oleh Paskibraka DIJ 2015 hingga bregada rakyat dan beragam kesenian rakyat.
“Ini merupakan refleksi 2 tahun UU no.13 tahun 2012 tentang UU Keistimewaan DIJ disahkan. Perjuangan ini tidak hanya dilakukan pemerintah, seluruh elemen masyarakat. Sehingga perayaan ini memang melibatkan langsung masyarakat,” kata Sekretaris Dinas Kebudayaan DIJ Endar Hidayati, kemarin.
Endar berharap, dengan adanya pawai tersebut, dapat menjadi monumental. Agar pemerintah dan masyarakat DIJ selalu mengingat perjuangan UU Keistimewaan DIJ. Tujuan utamanya, membangun semangat golong gilig antarelemen masyarakat.
Semangat tersebut terdokumentasi melalui pameran foto. Puluhan foto karya para jurnalis Jogjakarta dipamerkan di pendopo Dinas Kebudayaan DIJ. Foto-foto ini merupakan dokumentasi sebelum dan sesudah UU Keistimewaan DIJ disahkan.
“Membangun golong gilig, guyub dan gumregah menuju masyarakat yang istimewa. Ada pameran foto, untuk melihat perjuangan dan kegigihan seluruh elemen di Jogjakarta pada waktu itu,” katanya.
Pengageng Kadipaten Pakualaman KRT Kusumo Parastho mendukung adanya rangkaian acara ini. Menurutnya, sebuah kegiatan monumental memang perlu diadakan. Terutama untuk menandai peristiwa penting, seperti disahkannya UU Keistimewaan DIJ ini.
Kegiatan ini menurutnya, juga menjadi pengingat bagi Keraton Jogjakarta maupun Kadipaten Pakualaman. Terkait dengan esensi Keistimewaan yang diraih DIJ. Untuk mengawal nilai tersebut, kedepannya mewujudkan poin-poin dalam UU itu sendiri.
“Sejauh mana keistimewaan bisa mengisi Jogjakarta. Peringatan ini memang perlu sebagai momentum agar ingat kosekusensi ke depannya apa. Bicara Keistimewaan tentunya juga berbicara tentang kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.
Peringatan Hari Keistimewaan DIJ 2015 ini juga diisi dengan berbagai agenda. Hari ini (1/9) tepatnya pukul 09.00 di Aula Dinas Kebudayaan DIJ akan diadakan diskui mengenai tata ruang di Jogjakarta. Sedangkan Rabu (2/9) akan Diskusi Kebudayaan untuk mengisi Keistimewaan DIJ. (dwi/jko/ong)