PENUH DINAMIKA:Pemasangan patok di lokasi bandara beberapa waktu lalu.
KULONPROGO – Keputusan Mahkamah Agung (MA) terkait Izin Penempatan Lokasi (IPL) bandara di Kulonprogo yang di-ajukan Gubernur DIJ kemung-kinan baru akan keluar pada 22 September nanti. Pasalnya, berkas yang diserahkan akhir Juli lalu, ternyata tanggal regristasinya tertanggal 10 Agustus 2015.Hal itu disampaikan Milda selaku Legal and GeneralAffair Manager Kantor Proyek Pembangunan Bandara Internasional Jogjakarta saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya. “Kami terus melaku-kan monitor perkembangan proses hukum dari kasasi yang diajukan ke MA,” ucapnya, kemarin (1/9).
Milda menjelaskan, memang dari Provinsi DIJ sudah menyampaikan berkas dan dokumen untuk kasasi pada akhir Juli 2015 lalu. Saat itu MA memberlakukan dokumen kasasi sesuai ketentuan yang ada di MA. Namun setelah memberikan penjelasan, bahwa ada undang-undang yang khusus mengenai pengadaan tanah untuk kepentingan publik, akhirnya disepakati tanggal penyerahan berkas dokumen tertanggal 10 Agustus 2015. “Karena resminya penyerahan berkas diregristasi 10 Agustus, berarti sesuai ketentuan undang-undang diproses selama tiga puluh hari kerja, maka perkiraannya 22 September sudah ada keputusan,” jelas Milda.
Dia berharap, proses di MA mempertimbangkan kebenaran hukum, kepentingan negara, serta masyarakat luas. “Kita berharap MA mengabulkan kasasi kami, dan memenangkan perkara ini. Agar bisa melangkah lebih cepat, proses pembangunan bandara dengan tahapan pembebasan lahan,” ujarnya.
Disinggung soal permohonan judicial review (JR) dari masyarakat yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT) terhadap Perda RTRW Kabupaten Kulonprogo di MK. Milda menyatakan permo-honan itu baru diajukan. “Kalau putusan MK kemudian meluluskan JR WTT waktunya lebih awal, mungkin ada pengaruhnya. Namun MA mengambil keputusan lebih dulu, maka kecil pengaruhnya,” ungkapnya. (tom/ila/ong)