DWI AGUS/RADAR JOGJA
DORONG MINAT BACA: Memperingati Hari Bakti bagi Ibu Pertiwi 1 September, Anand Ashram Foundation menyelenggarakan Festival SMU Membaca Buku Wisdom Nusantara. Kegiatan ini dipusatkan di Dayu Permai,
SLEMAN – Tidak semua orang mengetahui, 1 September dip-eringati sebagai Hari Bakti bagi Ibu Pertiwi. Ini sudah diresmi-kan sejak 2005 oleh Menteri Pertahanan RI pada masa itu, Prof Juwono Sudharsono PhD.Sejak 20112, dalam mempe-ringatinya selalu dipusatkan di Jogjakarta. Tahun ini, Anand Ashram Foundation menyelen-ggarakan Festival SMU Mem-baca Buku Wisdom Nusantara. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Dayu Permai, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman dan melibatkan pelajar dari seluruh Indonesia.”Kenapa diperingati dengan membaca. Karena minat baca di Indonesia masih rendah. Sa-lah satu indikator negara maju adalah minat baca. Sehingga kami tergugah untuk mening-katkan minat baca, khususnya di kalangan pelajar SMA,” kata Koordinator program Stephanus Hardyanto di sela-sela acara, kemarin (1/9).
Setiap peserta diminta mem-buat resensi dari ketiga buku yang diberikan. Ketiga buku inipun memuat kearifan lokal di Indonesia. Mulai buku ber-judul Javanese Wisdom, The Wisdom of Sundaland, dan The Wisdom of Bali.Stephanus memaparkan, setiap siswa memilih salah satu buku. Selanjutnya, buku tersebut di-pelajari makna untuk dibuat menjadi resensi. Kemudian, hasil resensi dibacakan dalam puncak festival (1/9). Setiap siswa bisa menjabarkan sesuai persepsi masing-masing terhadap ketiga buku tersebut.”Saat membaca, akan menda-patkan inspirasi. Inspirasi inilah yang menjadi poin semangat bagi setiap siswa. Di samping membaca, mereka juga menda-patkan poin-poin penting dalam buku,” ungkapnya.
Selain itu, inspirasi tersebut hadir dalam wujud seni, baik sastra maupun musik. Setiap siswa juga mengunggah bebe-rapa kalimat inspiratif melalui media twitter.Menurut Stephanus, titik berat dalam festival ini adalah membangun innerpeace, un-tuk kemedian menjadi com-munal love, dan melahirkan global harmony.Ketiga hal ini sesuai dengan semangat membangun bangsa. Terbangun dalam kemajemukan, namun untuk membangun. Semua itu tercermin dalam ke-hidupan di Indonesia.Kegiatan ini memasuki penyel-enggaraan ke-11. Tahun ini, tema yang diangkat adalah bu-daya nusantara.
Setiap tahun diselenggarakan dengan tema berbeda. Dion, salah satu peserta me-milih membaca buku The Wis-dom of Bali. Dari buku tersebut, ia menyimpulkan keindahan Indonesia. Menurutnya, Bali memiliki keragaman budaya. Ini tercermin dari beberapa simbol, hingga langgengnya peristiwa budaya di sana.”Saya memilih The Wisdom of Bali karena keragaman budaya Bali. Budaya nusantara menurut saya sangatlah indah. Tidak hanya dalam keseniannya, namun pola pemikiran hingga nilai-nilai di da-lamnya,” katanya. (dwi/hes/ong)