DWI AGUS/Radar Jogja
SLEMAN – Matematika masih dianggap momok bagi dunia pendidikan di Indonesia. Metode dan rumus penyelesaian dalam matematika pun memegang andil. Ini berimbas pada minat pelajar mendalami matematika dengan cara yang menyenangkan.
Universitas Sanata Dharma (USD) akan menggelar serangkaian kegiatan Matematika. Diawali South East Asian Mathematocal Society (SEAMS) School 2015 pada 7 – 15 September 2015.
“Berlanjut The 2015 International Conference on Mathematics, its Applications, and Mathematics Education (ICMAME) dari 14 – 15 September,” kata Hartono PhD ditemui Radar Jogja di Laboratorium Micro Teaching Kampus 3 USD Paingan, kemarin (2/9).
SEAMS fokus pada pembahasan kegunaan ilmu Matematika dalam melihat beragam fenomena alam. Ilmu ini tentunya berguna untuk melihat gejala alam terbentuk. Tentunya menggunakan perhitungan-perhitungan yang akurat.
Sedangkan ICMAME merupakan konferensi bertukar pikiran. Ini menjadi wadah mempertemukan pakar-pakar matematika yang saling bertukar wawasan. Juga melihat beragam penelitian yang berlandaskan bidang matematika dan pedidikan matematika.
“SEAMS melibatkan 40 peserta dengan 12 peserta dari luar negeri. Seperti Kamboja, Malaysia, Filiphina, dan Vietnam. Dalam ICMAME, kami ingin melihat sejauh mana peran matematika dalam mitigasi bencana,” ungkapnya.
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika USD Dr Hongki Julie menilai, ,atematika merupakan materi yang menyenangkan. Dengan catatan, metode yang digunakan tidak kaku dan fleksibel. Tujuannya menarik minat khususnya para pelajar.
Metode bertajuk Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) sempat dikembangkan sejak 2001. Sampelnya melibatkan sejumlah pelajar sekolah dasar, dari kelas 1 – 6. Metode ini cenderung melibatkan siswa untuk memecahkan persoalan tanpa terpatok teori yang ada.
“Hasilnya dilihat saat unas tahun 2006/2007. Hasilnya tidak jauh berbeda antara keduanya. Tapi perbedaan terlihat saat diberi pertanyaan esay. Cara penyelesaian kedua tipe anak berbeda. Di mana anak dengan PMRI mengerjakan dengan beragam metode,” ungkapnya.(dwi/hes/ong)