JOGJA – Penghuni Losmen Family lantai 3 di Jalan Dagen, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Jogja dikejutkan dengan tewasnya salah satu tamu yang menginap di losmen tersebut, Rabu (2/9) pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Korban Irman, 20, warga Dusun Nogorejo, Galang, Deli, Serdang, Sumatera Utara diduga tewas gantung diri lantaran depresi karena dipaksa kuliah oleh orang tuanya.
Kapolsek Gedongtengen AKP Sumantri SH mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh saksi Bejo Suprihatin, 22, yang juga masih satu kampung dengan korban. Keduanya menginap di losmen tersebut sudah sejak Jumat (28/8).
“Saksi datang menemui korban di Jogja untuk menjenguk korban. Juga menyampaikan pesan orang tuanya agar jangan dulu pulang sebelum mendapat titel atau lulus kuliah,” ujarnya kepada Radar Jogja di Mapolsek Gedongtengen, kemarin (2/9).
Korban diketahui sudah berkuliah di kampus Akprind Jogja sejak 2013. Namun dia hanya berkuliah selama satu tahun, pada tahun kedua korban mengajukan cuti kuliah. “Menurut penuturan saksi, korban ingin pulang dan bekerja saja di kampung. Tapi orang tuanya meminta jangan dulu pulang sebelum selesai kuliahnya,” terangnya.
Saat kejadian, saksi meninggalkan korban sekitar pukul 04.30 pagi untuk menjemput kakaknya di Klaten dan mengantarkannya ke Bandara Adisutjipto. “Diantarkan ke bandara karena kakaknya mau pulang ke Medan,” kata Sumantri.
Saksi kemudian kembali lagi ke losmen pada pukul 06.00 WIB, untuk mengambil koper dan barang-baranya yang masih tertinggal. Sesampainya di depan kamar, ujar mantan Wakapolsek Gondomanan itu, pintu kamar losmen dikunci dari dalam oleh korban. “Setelah diintip dari atas jendela, ternyata korban sudah gantung diri di ventilasi pintu kamar mandi. Menggunakan kain seprei,” ungkapnya.
Saksi lalu melaporkan peristiwa tersebut ke pegawai hotel, yang diteruskan ke Polsek Gedongtengen. Setelah diperiksa oleh dokter dari Puskesmas Gedongtengen, korban dipastikan meninggal murni karena bunuh diri.
Jenazah korban sementara dibawa ke RS Bhayangkara untuk divisum. Keluarga korban juga langsung dihubungi setelah kejadian. “Saksi dan korban di hotel itu untuk janjian ketemu, korban tidak mau memberi tahu kosannya di Jogja,” lanjut Sumantri. (riz/jko/ong)