Endang Dwi W, S. Ag

Guru SMPN 14 Jogja
TIDAK semua orang mampu untuk mewujudkan keinginan sesuai dengan apa yang diinginkannya. Namun, upaya untuk mencapai tujuan agar mendekati harapan harus dilakukan. Termasuk saat didekati lawan jenis.Cinta adalah kodrat yang di-berikan Sang Pencipta kepada setiap insan manusia. Saling mengagumi dan berjuang untuk mendapatkan perhatian adalah hal yang lumrah dilakukan bagi seorang yang sedang kasmaran.Perjuangan juga dapat mengarah pada persaingan bagimana mereka saling menonjolkan kelebihan masing-masing individu.
Namun, apabila dalam memperjuangkan hubungan sampai lepas kontrol, hal inilah yang negatif. Sebagian anak-anak justru melakukan ini karena mengikuti zaman. Memang wajar jika anak berpikiran seperti itu, namun pendapat ini juga bukan dianggap pembenaran.Persaingan tidak hanya ditunjukkan dengan materi, lewat penampilan dan gaya hidup. Tetapi justru dengan “kualitas” atau banyaknya prestasi, itulah yang disebut persaingan sehat. Sebagai calon laki-laki dewasa, setidaknya belajar untuk selalu menerapkan bahwa “jangan meraih hati seseorang dengan penampilan fisik.” Ingat, tampilan fisik dapat direkayasa.
Banyak anak-anak perempuan yang curhat kalau mereka merasa diperebutkan. Justru mereka harus lebih selektif memilih kualitas si dia, karena yang dicari bukanlah kesenangan sesaat, tetapi ketenangan, dan kenyamanan.Terakhir, persaingan memang ada di setiap kehidupan. Akan ada yang menang dan akan ada yang kalah. Setidaknya, setiap orang harus dapat mengontrol emosinya. Ketika kamu siap untuk jatuh cinta, berarti kamu juga harus siap untuk sakit hati. (val/iwa/ong)