SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
JOGJA – Pada tahun 2015 ini, tepat hubungan sister province antara Jogjakarta dan Kyoto menapak usia 30 tahun. Hubungan yang terjalin antara dua kota di Indonesia dan Jepang ini begitu istimewa. Keduanya merupakan dua kota yang sama-sama memiliki akar budaya dan tradisi yang kuat.
Ada banyak kesamaan yang membuat dua kota ini pada tahun 1985 silam sepakat untuk menjalin persaudaraan. Memperingati 30 tahun hubungan Jogja-Kyoto, kembali digelar event Jogja Japan Week (JJW) yang tahun ini berlangsung 3-6 September 2015 di Gedung Graha Sabha Pramana, UGM.
Ketua Panitia JJW Fitriani Kuroda mengatakan, gelaran JJW merupakan acara kolaborasi budaya antara Jogjakarta dan Kyoto. Dalam acara itu, panitia menghadirkan suasana Jepang dalam dekorasi di mana pengunjung akan dibawa pada suasana empat musim di Jepang.
Pengunjung juga bisa mengikuti berbagai workshop dalam JJW dengan cuma-cuma yaitu Origami (seni melipat kertas), Furoshiki (seni membungkus dengan kain). “Juga Oshie (seni menggunakan kain perca yang dibentuk dalam tiga dimensi), dan Kurumie (kerajinan dengan menggunakan potongan kertas washi),” terangnya saat jumpa pers di foodcourt Ambarrukmo Plaza, Rabu (2/9) kemarin.
Selain workshop tersebut, lanjut Fitri, masyarakat kedua negara juga dapat belajar tentang seni kerajinan janur, Jemparingan atau seni memanah Mataraman. Serta seni membatik dari para ahli di bidangnya. “JJW akan dibuka pada Kamis besok (hari ini) pukul 08.00 WIB. Diawali dengan pawai oleh bergodo prajurit Ganggang Samudera dari Langenastran, cosplayer dan grup Taiko Indonesia Umaku Eisa,” ungkapnya.
Pawai akan berlangsung dari Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) UGM ke Graha Sabha Pramana. Selain itu, akan ditampilkan juga kesenian Jawa dan Jepang yang akan melakukan atraksi di depan Rektor UGM, Gubernur DIJ dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia beserta tamu undangan.
Seperti penyelenggaraan JJW dua tahun sebelumnya, terang Fitri, JJW 2015 akan menampilkan seniman dari Jepang maupun Jogjakarta. Seniman dari Indonesia yang akan tampil di antaranya Jemek Supardi, Kinanti Sekar, Anter Asmoro Tedjo.
Sedang dari Jepang akan tampil yaitu Ai Hasuda yang akan menampilkan pertunjukan tarian tradisional Nihon Buyou yang nantinya akan dikolaborasikan dengan tarian tradisonal daerah. “Ada juga Hayachine Kagure Take yang merupakan pertunjukkan tarian tradisional Jepang dari perfektur Iwate,” ungkapnya. (riz/ila/ong)