JOGJA – Rencana penataan Taman Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali, hampir pasti tak bisa berjalan mulus. Sebab, hingga saat ini, para juru parkir (jukir) masih menolak rencana itu, pada hal pihak pemerintah menyatakan sosialisasi rencana tersebut sudah berakhir.
Ketua Paguyuban Parkir Malioboro Sigit Karsana Putra mengatakan, sosialisasi penataan TKP Abu Bakar Ali, didengarnya sudah rampung. Bahkan, tiang pancang parkir portable yang rencananya menjadi pengganti sisi timur Malioboro tersebut sudah berdiri.
Meski demikian, juru parkir (jukir) Malioboro belum semuanya satu suara.
Para jukir belum bisa menerima tawaran dari Pemkot Jogja untuk menempati TKP Abu Bakar Ali. Karena, di TKP Abu Bakar Ali, dinilai tak bisa menampung semua jukir dan pembantunya berjumlah 250 orang. “Beberapa menerima, karena memilih untuk alih profesi (Jadi PKL di Malioboro),” ujarnya, kemarin (2/9).
Ia mengungkapkan, sosialisasi yang telah dilakukan pemkot selama ini lebih satu arah. Aspirasi dari jukir tetap bisa mengais rezeki dari keramaian Malioboro tak mendapatkan jaminan. “Benar kami akan dipindah ke TKP Abu Bakar Ali. Tapi, di sana (TKP ABA) itu sudah ada komunitas. Pemkot harus bijak,” pintanya.
Sigit menegaskan, jika pemkot memastikan telah selesai menyelesaikan sosialisasi, pihaknya malah mempertanyakan. “Kami harap sesuai dengan mekanisme. Penolakan kami ini juga didengar,” ujarnya.
Saat sosialisasi tersebut, lanjut Sigit, tak menyinggung nantinya akan timbul parkir baru di jalan-jalan menuju Malioboro. Padahal, masalah seperti ini yang menjadi kekhawatiran jukir Malioboro. Mereka tak mau bergesekan dengan warga sekitar atau komunitas lain. “Selama ini kami ini adem ayem. Kami harapkan pemkot juga memperhatikan hal ini,” katanya.
Di lain pihak, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh memastikan, sosialisasi yang menyangkut pembangunan TKP Abu Bakar Ali telah selesai. Sosialisasi yang menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) tersebut pun telah mereka laporkan. “Yang sudah selesai menyangkut sosialisasi kawasan Taman Parkir Abu Bakar Ali. Masih ada sembilan kegiatan yang dalam proses berjalan,” ungkapnya.
Di TKP Abu Bakar Ali ini, sesuai rencana akan menjadi awal penataan Malioboro. Nantinya, jukir Malioboro yang berada di sisi timur semuanya akan dipindah ke TKP Abu Bakar Ali.
Sehingga dengan pemindahan semua parkir kendaraan roda dua ke TKP Abu Bakar Ali, Malioboro semi pedestrian bisa terealisasi. Ini akan bersamaan dengan penataan bertahap di sumbu filosofi tersebut yang kini telah mencapai Titik Nol Kilometer.
Selain itu, UPT Malioboro juga tengah mengerjakaan kegiatan yang lain. Antara lain, pengadaan pagar barikade, toilet portable, foto booth, radio komunitas, seragam bregodo, serta panggung mobil.
“Semuanya bersumber dari Danais Rp 3 miliar,” kata mantan Lurah Suryatmajan ini. (eri/jko/ong)