JOGJA – Para fotografer jurnalistik yang tergabung dalam Pewarta Foto Indonesia (PFI) menunjukkan taji mereka. Bertajuk Nusa Bahari, penggawa PFI seluruh Indonesia menggelar pameran di Benatara Budaya Yogyakarta (BBY). Pameran ini menyajikan 168 foto dari total 650 foto yang terkumpul.
Ketua PFI Jogjakarta Tolchah Hamid mengungkapkan, pameran kali ini merupakan sebuangan tantangan besar. Pasalnya pameran ini melibatkan seluruh anggota PFI, sehingga memerlukan usaha keras untuk menyebarkan informasi ke PFI regional lainnya.
“Tentunya agar seluruh anggota PFI se-Indonesia mengetahui agenda ini. Sehingga karya-karya mereka dapat menjadi sebuah cerminan kehidupan bahari di Indonesia,” kata pria yang akrab disapa Oka ini.
Oka menilai, sebanyak 168 karya foto yang dipamerkan memiliki sisi unik dan berbeda. Di mana dinamika setiap pesisir Indonesia berbeda. Mampu melahirkan bentuk budaya dan tradisi dalam setiap masyarakat pesisir.
Dengan pameran ini dapat melihat wujud dinamika setiap daerah, baik itu dengan keunggulan maupun masa-masa paceklik. Di sisi lain, juga menghadirkan beberapa budaya yang lahir dan diturunkan dari nenek moyang setiap daerah.
“Pada awalnya ketika BBY menawarkan konsep yang terpikirkan oleh teman-teman PFI, adalah sebuah foto yang semuanya hanya berisikan tentang laut saja. Namun ketika BBY mengusulkan melibatkan anggota se-Indonesia, tentunya ini lebih menarik,” tandas Oka.
Kurun waktu 3 bulan, ajakan ini mampu mengumpulkan sekitar 650 foto. Memasuki proses kurasi, adalah fase tersulit. Menurut Oka, setiap foto yang terkumpul mampu berbicara. Namun foto tetap harus melalui kurasi agar dapat menampilkan seluruh dinamika kehidupan bahari di Indonesia. Tujuan lainnya, sebagai pewarta foto yang memiliki tanggung jawab kontrol sosial.
“Kami sebagai pewarta foto merasa memiliki tanggung jawab sebagai fungsi kontrol sosial. Sehingga apa yang kami lakukan melalui sebuah karya fotografi, diharapkan bisa membuka wawasan, serta bisa membangun kecintaan masyarakat terhadap semua aspek di lingkungan kita,” katanya.
Budayawan GP Sindhunata menungkapkan, laut adalah salah satu kekayaan Indonesia. Hal ini berdampingan dengan kehidupan berbudaya di seluruh pesisir Indonesia, sebagai garis terluar pulau bersinggungan langsung dengan dinamika yang datang.
“Syukurlah, kehidupan dan misteri laut itu sekarang dibentangkan di hadapan kita oleh teman-teman wartawan yang tergabung dalam PFI. Jelas, foto-foto mereka mengungkapkan sebagian kecil saja dari kekayaan laut kita. Tapi juga menggugah kekaguman dan rasa syukur kita, betapa nusa-nusa kita dikitari dengan laut yang menyimpan berbagai kekayaan dan misterinya,” pungkasnya.
Pameran akan berlangsung hingga 9 September mendatang. Selain itu juga akan ada diskusi fotografi oleh Boy T Harjanto, Rabu (9/9), dengan materi fotografi jurnalistik dan perjalanan dirinya melahirkan foto-foto jurnalistik. (dwi/jko/ong)