SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
BIBIT PEMAIN : Salah satu pertandingan di turnamen Piala Danrem 072 Pamungkas U-12 yang digelar di Stadion Mandala Krida kemarin (3/9). Turnamen ini diikuti 20 tim dari DIJ dan Jawa Tengah.
JOGJA – Dua tim asal Kota Jogja, Real Madrid Foundation (RMF) dan Gama Jogjakarta sukses melibas lawannya di Piala Danrem 072 Pamungkas U-12 yang digelar di Stadion Mandala Krida kemarin (3/9). Piala Danrem 072 Pamungkas ini diikuti 20 tim dari DIJ dan Jawa Tengah.
Di pertandingan pembuka, Gama Jogjakarta sukses mencukur tim asal Wonosobo, Jawa Tengah Bina Putera 5-0. Sedangkan RMF yang menjadi jauara di Piala Dandim Cup , Agustus lalu berhasil mengandaskan perlawanan SSB Wajar Magelang 1-0.
Piala Danrem 072 Pamungkas U-12 merupakan tim-tim terbaik dari 10 Komando Distrik Militer (Kodim) yang berada di bawah Korem 072 Pamungkas. Kepala Seksi (Kasi) Teritorial Korem 072 Pamungkas Jogjakarta Letkol Satyo Aryanto mengatakan, penyelenggaraan Piala Danrem 072 Pamungkas 2015 ini merupakan bentuk pertanggungjawaban atas janji pihak TNI AD untuk menyelenggarakan turnamen kelompok umur U-12 secara berkelanjutan.
“Turnamen kelompok umur U-12 tidak boleh berhenti walaupun PSSI dibekukan. Atas rasa prihatin ini TNI AD mengambil inisiatif untuk tetap membuat turnamen sebagai ajang bibit-bibit muda mengasah potensinya,” jelas Satyo Kamis (3/9).
Tak kunjung redanya konflik Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan PSSI dimanfaatkan oleh TNI untuk meneruskan pembinaan pemain usia dini. “Sifat kami hanya membantu dan mendukung di tengah tidak adanya kompetisi. Harapanya masyarakat tetap bisa bermain sepak bola dan pembinaan tidak terhenti,” ata Satyo kemarin.
Dia menyebut persepakbolaan nasional saat ini berada pada titik nadir setelah FIFA menjatuhkan sanksi kepada Indonesia. Maka dari itulah, sebutnya, sebagai bagian dari pemerintahan maka TNI memiliki tanggung jawab moril untuk membawa sepak bola Indonesia keluar dari masa kelamnya.
Meski begitu, perwira yang pernah menjabat Dandim Mamuju itu mengakui bahwa keinginan baik dari TNI tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan, butuh waktu dan proses panjang.”Kami turun di sepak bola ini hanya panggilan sebagai bagian dari pemerintah yang ingin membawa Indonesia bangkit lagi. Caranya melalui pembinaan,” kata dia.
Cara pembinaan sepak bola usia dini, sebut Satyo, dilakukan dengan menggelar sejumlah turnamen. “Kami percaya langkah kecil ini sebagai awal kebangkitan sepak bola nasional,” imbuhnya.
Sementara itu Ketua Panpel, Ipung Purwandari menambahkan Piala Danrem Pamungkas diikuti 20 sekolah sepak bola (SSB) di wilayah Korem 072/Pamungkas. Setiap Kodim dari 10 Kodim yang ada mengirimkan masing-masing dua SSB untuk bertarung memperebutkan total hadiah Rp 10 juta. “Ke-20 SSB ini merupakan yang terbaik di setiap Kodimnya. Nanti juara dan runner-up di tingkat Korem akan naik ke tingkat Kodam IV/Diponegoro,” sambung Ipung.
Untuk hadiah sendiri, lanjut Ipung, uang pembinaan sebesar Rp 4 juta berhak diterima sang juara. Lalu peringkat kedua menerima Rp 3 juta, tim juara ketiga mendapatkan Rp 2 juta dan Rp 1 juta untuk juaraa keempat.
Peserta Piala Danrem 072 Pamungkas U-12 ini adalah SSP Wajar Magelang, Real Madrid Foundation Jogjakarta, Kuwarasan kebumen, Binangun Putra Kulon Progo, Bumi Pala Temanggung, AMS Garuda Sleman, Rajawali Gunungkidul, SSB Pandawa A Bantul, Bina Putra A Wonosobo, RGN Kroya Lor Purwokerto, Bina Putra B Wonosobo, Gama Jogjakarta, AMS Rajawali Sleman, Pandawa B Bantul, Rakel FC Temanggung, SSB Ayah, Indonesia Muda Kulon Progo, Handayani Gunungkidul, Indonesia Muda Purwokerto, dan Tunas Magelang.(bhn/din/ong)