YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA
POTENSIAL : Yuni Satia Rahayu dan Danang Wicaksana Sulistya bersama tim SSB Pesat yang akan berlaga di Calci Junior Cup 2015 di Lembang, Jawa Barat.
SLEMAN- Banyaknya atlet berprestasi yang digaet daerah lain menuai keprihatinan banyak pihak. Karena itu, pemerintah diminta memproteksi atlet-atlet muda sejak dini.
Nah, agar tak tergiur iming-iming uang atau imbalan tertentu yang ditawarkan daerah lain.
“Mereka harus diperhatikan. Kalau perlu kasih beasiswa agar tak sekolah ke luar Sleman,” pinta Danang Wicaksana Sulistya, calon wakil bupati pasangan Yuni Satia Rahayu di sela pemberangkatan tim SSB Pesat ke final Calci Junior Cup 2015 di Lembang, Jawa Barat kemarin (3/9).
Danang berharap, atlet muda diproteksi sejak duduk di bangku sekolah sampai dewasa. Artinya, pemerintah harus bisa menciptakan perasaan nyaman bagi atlet agar betah tinggal di Sleman. Jika perlu, pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan kepada para atlet setelah lulus sekolah atau kuliah.”Masa depan atlet juga harus dijaga,” lanjutnya.
Merujuk pengalaman Danang yang pernah menjadi penggawa PSS Sleman junior. Dia tidak melanjutkan karir di dunia sepak bola karena harus melanjutkan sekolah di Magelang.
Untuk memproteksi atlet, cabup Yuni punya kiat menggandeng perusahaan-perusahaan swasta yang ada di wilayah Sleman. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), pihak swasta diajak kerja sama untuk program beasiswa atlet muda prestasi.
Pelatih SSB Pesat Widodo mengatakan, atlet binaannya lolos ke final setelah mengalahkan SSO Real Madrid, SSB Gama, dan SSB Pendowo Bantul di Stadion Tridadi. Di final, SSB Pesat mengirim 14 atlet dan 3 ofisial.
“Jika lolos dari Lembang, akan diambil 60 pemain terbaik dikirim ke Jakarta,” jelasnya.
Di Jakarta, ke-60 atlet akan disaring lagi menjadi 15 orang untuk dikirim ke Barcelona, Spanyol memperoleh beasiswa sekolah sepak bola. “Sejak berdiri kami mengoleksi 18 tropi kejuaraan,” lanjut Widodo.(yog/din/ong)