GUNAWAN/RADAR JOGJA
RATA DENGAN TANAH: Anggota kepolisian Polsek Rongkop mendatangi lokasi kejadian. Tragedi rumah roboh ini menelan korban jiwa di Purworejo, Semugih, Rongkop, kemarin (3/9).
GUNUNGKIDUL – Nahas menimpa warga Purworejo, RT 2/2, Semugih, Rongkop, Waritem, 80. Nenek ini meninggal dunia karena tertimpa rumahnya yang roboh akibat diterjang angin.
Informasi yang dihimpun Radar Jogja, kejadian tersebut berlangsung kemarin (3/9) sekitar pukul 12.30 WIB.
Waktu itu, dia tengah duduk di teras rumah yang terbuat dari anyaman bambu (gedek).
Secara mengejutkan, angin datang. Bangunan rumah yang sangat sederhana itu tidak sanggup menahan. Dengan tempo cepat, material bangunan rumah ambruk. Kondisi korban sendiri pada saat itu terjepit daun pintu.Beban berat material kayu dan genteng akhirnya mengantar korban tidur untuk selama-lamanya.
Kades Semugih Hariyadi mengatakan, tidak lama berselang warga disekitar lokasi kejadian langsung berduyun-duyun mendatangi rumah. Penduduk setempat meyakini, pada saat kejadian korban tengah berada di sekitar rumah. “Dan benar, mbah Waritem sudah meninggal dunia dalam kondisi terjepit daun pintu,” kata Haryadi.
Dia menjelaskan, keluarga besar korban sebenarnya tergolong mampu. Korban pernah diajak tinggal bersama anak ke Solo, Jawa Tengah dan tempat terdekat lain. Namun ternyata, korban tidak kerasan dan memilih tinggal seorang diri. “Jadi, selama ini korban tidak memiliki kerabat di sini,” ujarnya
Pihaknya tidak dapat menduga-duga penyebab robohnya rumah tersebut. Namun dugaan awal, bangunan rumah tidak kuat menahan hembusan angin. Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Gunungkidul Budhi Harjo mengatakan, pascakejadian sebenarnya pemerintah berkeinginan membangun rumah milik korban. Namun ternyata, korban tinggal seorang diri.
“Karena itu, kami hanya membantu logistik permakanan untuk warga yang akan melakukan kerja bakti menyingkirkan material rumah roboh,” kata Budhi.
Kapolsek AKP Sunarto mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan medis, jenazah korban langsung dimakamkan. “Kejadian ini murni kecelakaan dan rumah korban roboh tersapu angin akibat kondisi rumah sudah dalam keadaan rusak,” kat Sunarto. (gun/ila/ong)