BANTUL – Diduga mati mesin, pesawat micro-light PSK 124 mendarat darurat di sawah milik Waluyo di Dusun Kepoh RT 02, Kelurahan Wi-rokerten, Banguntapan, Bantul, Sabtu (5/9) pukul 08.45 WIB. Beruntung, dua pilot dan kopilot pesawat jenis trike atau gantole bermesin yang jatuh tersebut, tidak mengalami luka serius.Kepala Pusat Penerangan dan Perpus-takaan (Kapentak) Lanud Adisutjipto May-or Hamdi Londong mengatakan, dua pilot dan kopilot atas nama Eriko dan Cici sudah dibawa ke RS PAU Hardjolukito Jogjakarta. Menurut Londong, saat itu pesawat trike mengalami gangguan mesin, sehingga harus turun secara darurat
Sesuai dengan protap, pilot memilih area yang jauh dari pemukiman, untuk meminima-lisir korban. “Pada ketinggian 1.800 feet selatan dasar request ketinggian 2000 feet. Karena ada trafic, pi-lot diminta ATC turun 1.500 feet, tiba-tiba mesin mati, kemudian melakukan emergency prose-dure untuk start engine sambil mencari open area,” tuturnya.
Bersyukur, semua sesuai pro-sedur pendaratan darurat. “Se-muanya sehat dan sudah di-bawa ke Hardjolukito (rumah sakit) dan sudah proses obser-vasi. Sesuai protapnya mencari daerah pendaratan aman meng-hindari pemukiman. Pinter dia cari tempat di sawah itu,” tan-dasnya pada wartawan, kemarin.
Lebih jauh dikatakan, pesawat tersebut berangkat dari Lanud Adisutjipto untuk latihan terbang. Pilot dan kopilot menjadi bagian dari komunitas klub Aerospot di Jogja yang sering latihan saat akhir pekan. Klub ini selalu latihan saat hari Sabtu dan Minggu. Londong mengatakan, pesawat itu landing di sawah sekitar pukul pukul 09.03 WIB. “Berangkat dari Lanud Adi Sucipto pukul 08.25 WIB. Mereka latihannya memang Sabtu dan Minggu,” ujarnya.Usai kejadian, pesawat langsung dibawa kembali ke Lanud untuk dilihat lagi apakah ada kerusakan selain mesin yang mati. “Sela-njutnya pesawat diamankan ke Lanud. Tidak ada yang rusak, barang barang diamankan dan dilipat untuk dibawa ke Lanud,” katanya. (riz/jko/ong)