SLEMAN – Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 27 mampu memberikan atmosfir baru. Penyelenggaraan tahun ini istimewa karena memilih Taman Kuliner Condongcatur Sleman sebagai venue utama. Sejak diselenggarakan tahun 1989, baru kali ini FKY utama diseleng-garakan di luar pusat kota Jogjakarta.Beragam peristiwa seni dan budaya turut mewarnai FKY 27. Dibuka sejak 19 Agustus lalu dan ditutup tadi malam (5/9), mampu menghadirkan keberagaman Jogjakarta
Mulai dari potensi dan ragam kesenian, hingga potensi industri kreatif.”Bersyukur malam ini agenda FKY 27 telah mencapai pun-caknya. Mampu mengangkat nilai-nilai keluhuran Jogjakarta melalui berbagai agendanya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan DIJ Umar Priyono.Ia melihat, dari gelaran FKY, sangat tampak jelas bahwa Jogja-karta tidak hanya potensi seni tradisinya, juga modern dan kontemporer. “Juga potensi industri kreatif dan kulinernya, semua ini terangkum dalam FKY 27,” tandasnya.FKY 27 mengusung tema DAN-DAN untuk mewarnai festival yang berlangsung selama 18 hari ini. Total arus perputaran ekonomi mencapai di atas angka Rp 1,7 Milliar baik pasar seni maupun industri kreatif.
Sedangkan total pengunjung mencapai hampir 200 ribu, dengan rata-rata kunjungan mencapai di atas angka 10 ribu pengunjung per hari.Tema Dandan menurut Ketua Umum FKY 27 Ishari Sahida, memiliki persepsi mampu me-nopang nilai keistimewaan Jogja-karta. Sehingga FKY 27 tidak hanya hadir sebagai rutinitas tahunan, juga memiliki makna dengan menghadirkan kebera-gaman potensi Jogjakarta.Dirinya juga mengungkapkan adanya peningkatan angka pe-ngunjung FKY tahun ini. Selain faktor tempat yang luas, juga minat dari pengunjung. Potensi yang dihadirkan dalam FKY 27 pun lebih beragam, baik suguhan seni maupun potensi indutsri kreatif.”Total ada 107 stand pasar seni yang terdiri dari industri kreatif dan kuliner, sedangkan tahun lalu FKY 26 hanya 76 stand. Presentese pemasukan 60 persen dari kuliner dan 40 persen dari industri kreatif,” kata pria yang akrab disapa Ari Wulu ini.
Pelaksanaan FKY 27 tidak hanya terpusat di Taman Ku-liner Condongcatur Sleman. Ada beberapa program yang diselenggarakan di luar lokasi ini. Teater FKY bertajuk “In Situ #1 : Permata” oleh Kala-nari Theatre Movement di ex-Bioskop Permata, dari 23 hingga 25 Agustus.Pameran Para Perupa Muda (PAPERU) yang digelar di Sasana Hinggil Jogjakarta 25 hingga 31 Agustus lalu. Jogjakarta Video Mapping Project (JVMP) di ge-dung DPRD (30/8) dan Panggung Krapyak (4/9). Panggung Edan-edanan FKY 27 di bawah Jem-batan Sardjito tanggal 2 dan 3 September.”Goalnya berharap FKY 27 mampu menginspirasi khusus-nya bagi Taman Kuliner ini. Bahwa tempat ini memiliki po-tensi dilihat dari antusiasme pengunjung. Selain itu muncul pertanyaan bahwa masyarakat butuh sebuah festival seperti ini. Butuh atraksi seni budaya yang ringan menghibur tapi punya konten yang diinginkan ma-syarakat,” kata Ari Wulu.
Penutupan FKY 27 berlangsung dengan meriah. Ribuan peng-unjung memadati panggung utama tempat berlangsungnya seremonial penutupan. Di awali dengan karawitan Canda Nada, selanjutnya menampilkan Beksan Golek Ayun Ayun.Lawakan segar khas dagelan Mataram dari Marwoto dan kawan-kawan mampu meng-hibur ribuan pengunjung yang hadir di Taman Kuliner Con-dongcatur Depok Sleman. Musisi kenamaan Sawung Jabo pun dipercaya untuk menutup per-helatan FKY 27. (dwi/jko/ong)