DWI AGUS/RADAR JOGJA
FOLK: Aksi Stars and Rabbit yang digawangi duo folk beranggotakan Elda Suryani dan Adi Widodo mampu menghidupkan musik menjadi lebih bernyawa saat perfomance beberapa waktu lalu.
MEMBIUS, kata inilah yang mampu menggambarkan Stars and Rabbit. Duo folk ber-anggotakan Elda Suryani dan Adi Widodo mampu meng-hidupkan musik menjadi lebih bernyawa. Terlebih panggung yang berada di bawah Jembatan Sardjito mampu memberikan ambience yang berbeda.Hal inipula yang terlihat saat mereka tampil di Panggung eDan-eDanan FKY 27 belum lama ini. Aksi Stars and Rabbit benar-benar ditunggu para pen-dengarnya.
Sekitar delapan lagu dibawakan oleh band yang terbentuk awal 2011 ini.”Bagi kami yang penting nya-man dulu ketika di atas panggung. Sehari-hari memang kayak gini, bedanya kalau di atas panggung me-nyanyi. Mengeks-presikan energi dan selalu ber-syukur bisa tam-pil apapun pang-gungnya,” kata Elda Suryani se-usai pentas.Panggung idaman para penggawa Stars and Rabbit adalah alam terbuka. Menurut mereka panggung ini lebih bebas. Tidak terbatas oleh ruang dan dapat berinteraksi dengan alam secara langsung.
Seperti saat mereka tampil di bawah jembatan, ge-mercik suara air ter-dengar bahkan bisa melihat se-buah pohon ke-tepel di tengah panggung. “Suka suasana pang-gung terbuka dan bisa merasakan perpaduan dengan alam. Jadi mood booster buat kita, sempet merinding pas penonton nyanyi bareng saat lagu Worth It,” kata Elda.Duo ini pun baru saja meram-pungkan promo tour mereka. Setelah debut album mereka Constellation, keduanya getol melakukan promo.
Diawali di Malang pada 24 Mei, kemudian Bali pada 28 Mei lalu.Setelah itu keduanya bertolak ke Tiongkok dan mengunjungi tiga kota. Kota pertama Shen Zen pada 1 Juni, berlanjut Hong Kong pada 2 Juni, dan diakhiri di Guangzhou pada 4 Juni.Sebelum menutup tur mereka di Jakarta, mereka sempat mem-pertunjukkan aksi mereka di Manila, Filipina pada 7 Juni silam. (dwi/ila/ong)