SNIPER: Bripda Adri Chroin Ade Oktami memiliki keahlian sebagai penembang jitu. Dia bergabung sebagai anggota Brimob Polda DIJ

Sempat Gagal Masuk Akpol, Kini Jadi Penembak Jitu

Tidak banyak polisi wanita (Polwan) yang menjadi anggota Brimob. Di Polda DIJ, hanya ada tiga polwan. Salah satu-nya adalah Bripda Adri Chroin Ade Oktami. Dia menjadi anggota Brimob karena keahliannya seb-agai penembak jitu.
RIZAL SETYO N, Sleman
SAAT perayaan puncak HUT Polwan ke-67, Jumat (4/9) lalu, semua polwan di lingkungan Polda DIJ datang dengan pakaian santai. Kebanyakan mengenakan training berwarna orange. Namun dari ratusan polwan ter-sebut, terlihat salah satu personel polwan mengenakan pakaian dinas Brimob dengan gagahnya bersama baret biru. Lengkap dengan pelindung siku, lutut, dan rompi anti peluru, dia menenteng senjata laras panjang. Meski demikian, seperti layaknya perempuan, sebelum beraksi dia mengeluarkan bedak dari tas-nya untuk menyapu wajah cantiknya. Tetap terlihat cantik dengan balutan jilbab war-na hitam. Dia adalah Bripda Adri Chroin Ade Oktami, 23.
Karena terlihat beda, ia menjadi per hatian semua orang yang hadir. Ternyata, pada puncak HUT Polwan ke-67 di Gedung Tri Marta Ramayana Prambanan tersebut, ia ditunjuk sebagai penembak balon dari kejauhan. Sebelum beraksi, dia menyilakan para war-tawan yang berada di ruang tunggu keluar sebentar, karena dia harus menyiapkan senjatanya. “Mohon maaf, ruangan kita sterilkan dulu ya,” ujarnya ramah
Dari parasnya yang cantik dengan balutan seragam bri-mobnya, tak sedikit pun Bripda Adri menunjukkan kegalauan. Dia sejak awal yakin, bisa men-jalankan misinya dengan baik. Dan benar, door! Balon pun tertembak dan me-letus, seketika terbentang span-duk HUT Polwan berwarna merah. Semuanya berdecak kagum dengan sniper yang bisa menembak dengan tepat balon tersebut. “Sudah sering latihan, sehingga sejak awal saya yakin bisa menjalankan misi ini,” ujar-nya kepada Radar Jogja.
Januari 2016 mendatang, genap empat tahun Bripda Adri Ch-roin Ade Oktami mengabdi di institusi Polri. Lahir dari orang tua berlatar belakang militer, membuatnya terdorong untuk mengikuti jejaknya. Setelah sempat gagal pada percobaan pertama, di tahun berikutnya anak kedua dari tiga bersau-dara itu sukses diterima masuk pendidikan Bintara.”Saya sempat mendaftar Akpol pada 2010, namun gagal. Lalu mencoba lagi di 2011, tetap ga-gal. Namun alhamdulillah bisa masuk dan lulus Bintara Sep-tember 2012. Pendidikian tujuh bulan di Sespolwan Ciputat, tiga bulan pendidikan Brimob di Watukosek Jatim,” katanya.
Setelah lulus, perempuan ke-lahiran 24 Oktober 1992 itu ber-tugas di Brimob Polda DIJ. Men-jadi anggota Brimob, katanya, adalah kebanggaan tersendiri. Sebab tidak semua polisi umum memiliki kemampuan yang di-miliki anggota Brimob.”Brimob intensitas latihannya tinggi. Tidak semua kemam-puan yang dimiliki brimob di-miliki polisi umum. Contohnya KBR, kimia biologi dan radio-aktif. Ada juga Wanteror, perla-wanan anti teror, yang menanga-ni kerusuhan,” terangnya.
Bripda Adri mengungkapkan, sebagai anggota Brimob dengan kemampuan menembak jitu membuatnya selalu dekat dengan senjata api. Senapan favoritnya adalah jenis laras panjang Steyr atau AUG, singkatan dari Armi Universal Gewehr buatan Rusia. Senapan berpeluru tajam dengan kaliber 5,56 itu menurutnya pa-ling enak dipakai.”Pertama latihan pakainya senjata laras pendek revolver. Awal pegang senjata sempat takut tapi jadi keasyikan. Pernah juga pakai SS1, AK 47, US Kara-bin. Tapi ada kepuasan tersen-diri pakai ini (AUG),” ungkap putri kedua dari tiga bersau-dara pasangan Serma (Purn) Surojo dan Kiswinarni itu.
Untuk berlatih menembak se-tidaknya sebulan sekali dia ber-latih dengan sasaran sejauh 400 meter. Tempat latihannya di Mako Den A Gondowulung. “Tergantung jadwal kantor, pa-ling tidak sebulan sekali,” terang warga Trirenggo, Bantul itu.Di hari jadi Polwan ke-67, dia berharap, polwan mampu men-jadi mitra masyarakat. Serta bisa melaksanakan tugas dan fungsi pokok Polri yakni melayani, mengayomi dan melindugi ma-syarakat. “Polwan semakin jaya dan sukses, bisa setara dengan anggota pria,” tandasnya.
Menurut Kapolda DIJ Brigjen Pol Erwin Triwanto, saat ini ada tiga polwan yang ditempatkan di Brimob Polda DIJ, salah sa-tunya adalah Bripda Adri. Ken-dati perempuan, dia tidak menda-patkan perlakuan khusus di satuannya. Baik sebagai sniper maupun anggota Brimob. “Berusaha terus berlatih agar selalu bisa mengimbangi dengan anggota pria lainnya. Karena di Brimob kerja tim. Harus me-nyesuaikan dengan anggota lain sesuai target yang ada. Sama aja, tidak ada perbedaan dan per-lakukan,” jelasnya. (jko/ong)