ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
TRANSPORTASI TRADISIONAL: Sebanyak 227 gerobak sapi beserta para bajingan, pengendara gerobak sapi, ambil bagian dalam Festival Gerobak Sapi (FGS) di Stadion Sultan Agung.
BANTUL – Festival gerobak sapi (FGS) kembali digelar. Sebanyak 227 gerobak sapi beserta para bajingan, pengendara gerobak sapi, ambil bagian pada even tahunan yang digelar di Stadion Sultan Agung (SSA). Festival yang sudah berjalan kali ketiga ini dihelat selama dua hari, yaitu 5 dan 6 September
Gubernur DIJ HB X berharap gerobak sapi tak sekadar men-jadi moda transportasi tradisio-nal. Lebih dari itu, gerobak sapi diharapkan dapat menjadi ke-kuatan kultural. “Sehingga masyarakat ikut merasa memiliki,” terang HB X di sela menghadiri FGS. HB X berpendapat, ada ba-nyak cara untuk membangkitkan kembali gerobak sapi dan men-jadikannya sebagai bagian dari kultur masyarakat. Di antaranya dengan memperlombakan desain gerobak sapi. Melalui lomba desain ini diharapkan akan memunculkan beragam bentuk gerobak sapi.”Gerobak tak harus sama de-sainnya. Begitu juga dengan warna dan hiasannya,” ujarnya.
HB X juga mengusulkan setiap gerobak sapi terdapat tulisan-tulisan menarik yang menjadi ciri khas sekaligus mengandung nilai filosofi. Harapannya, tulisan-tulisan tersebut dapat menjadi pengingat bagi masyarakat akan nilai-nilai kultur di DIJ. “Bagaimana masyarakat ingat kembali kultur yang ada atau bahkan yang sudah dilupakan,” tandasnya.
Jika ini berhasil, HB X optimis-tis gerobak sapi dapat menjadi kekuatan baru bagi kebudayaan dan pariwisata baru di DIJ.”Siapa tahu nanti ada orang menikah pakai gerobak,” selorohnya.
Selain itu, HB X menuturkan, keberadaan gerobak sapi juga akan membuka peluang usaha baru. Yakni, usaha pembuatan beragam aksesori sapi maupun gerobak.
Ketua Pantia FGS 2015 Bowo Harso Nugroho mengatakan, sengaja memilih SSA sebagai tempat penyelenggaraan. Ini sebagai bagian mempromosikan gerobak sapi ke seluruh kabu-paten dan kota di DIJ. Juga, ka-rena SSA memiliki lintasan pa-cuan kuda. Sebab, pada even kali ini panitia juga memper-lombakan balapan gerobak sapi. “Selain balapan sapi, juga ada karnaval dan perlombaan custom,” paparnya.
Ada 227 peserta yang berpar-tisipasi pada FGS 2015. Mereka dari wilayah DIJ dan Jawa Tengah. Bowo menyebutkan di DIJ se-betulnya ada sekitar 400 gerobak sapi. Tetapi, yang dapat berpar-tisipasi hanya separo. Ini karena keterbatasan kemampuan pa-nitia. (zam/din/ong)