SLEMAN – Pihak UGM seperti kebakaran jeng-got. Setelah digemparkan dengan heboh pesan berantai donor sperma berbayar Rp 50 ribu, mereka langsung beramai-ramai memberikan klarifikasi mengenai kabar tersebut, Senin (7/9) kemarin
Mereka yang terdiri-dari Sekretaris Bagian Patologi Klinik Fakuktas Kedokteran (FK) UGM dr. Teguh Triyono, M.Kes.,Sp.PK(K), Wakil Dekan Bidang Aka-demik dan Kemahasiswaan FK UGM, dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., dan Kaprodi Pendidikan Dokter FK UGM, Dr.dr. Mahardika Agus Wijayanti,DTM&H.,M.Kes., membantah mengeluarkan pe-ngumuman mengenai penelitian sperma.
Sekretaris Bagian Patologi Kli-nik Fakuktas Kedokteran (FK) UGM dr. Teguh Triyono, M.Kes.,Sp.PK(K) menegaskan, pi-haknya tidak pernah menge-luarkan pengumuman menge-nai penelitian sperma. FK UGM juga belum mengetahui secara pasti, siapa yang telah menyebar-kan pengumuman tersebut. “Pesan yang beredar tersebut, sesuatu yang bukan dan tidak terkait dengan bagian Patologi Klinik FK UGM. Kami pun tidak pernah mengeluarkan maupun menginstruksikan keluarnya pengumuman itu,” jelasnya kepada wartawan saat jumpa pers di FK UGM, kemarin.
Selain itu, pihaknya sangat menyesalkan atas menyebarnya pesan yang membawa nama bagian Patologi Klinik UGM. Menurutnya, pengumuman tersebut sangat tidak etis, tidak senonoh, dan tidak sopan, serta tidak mencerminkan nilai-nilai akademik yang dimiliki UGM. “Pengumuman tersebut hal yang sangat tidak etis, tidak senonoh, dan jauh dari nilai-nilai akademis,” tandasnya.
Teguh menyampaikan, saat ini tidak ada penelitian terkait pemeriksaan sperma di bagian Patologi Klinik. Kendati begitu, ia tidak menampik bahwa dalam kurikulum pendidikan kedok-teran terdapat praktikum tentang sperma dalam rangka mening-katkan keterampilan mahasiswa dalam memeriksa dan meng-analisis sperma.”Praktikum terkait sperma ini hanya dilakukan sekali dalam satu tahun untuk satu angkatan. Bukan dilakukan secara rutin setiap harinya,” ungkapnya.Dalam pelaksanaan penelitian tersebut, dikatakan Teguh, sam-pel sperma yang digunakan pun tidak dengan mencari donor sperma. Untuk memenuhi kebu-tuhan praktikum, menggunakan sisa sampel sperma dari hasil pemeriksaan pasien rumah sakit. “Kami tidak pernah mencari donor sperma. Biasanya kami mengambil sperma sisa peme-riksaan dari lab layanan rumah sakit yang sebenarnya harus segera dibuang, dan itu pun bersifat anonim,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK UGM, dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., turut menyesal-kan penyebaran pengumuman tersebut. Saat ini, pihaknya berupaya melakukan penelusu-ran lanjutan dengan melakukan investigasi secara internal. Apabila nantinya terbukti bah-wa mahasiswa FK yang me-nyebarkan pesan tersebut, maka akan diterapkan sanksi sesuai dengan peraturan dari universi-tas. “Kami lakukan investigasi internal untuk mengetahui lebih dalam kasus ini,” jelasnya.
Kaprodi Pendidikan Dokter FK UGM, Dr.dr. Mahardika Agus Wijayanti,DTM&H.,M.Kes., me-nyampaikan, mahasiswa prodi Pendidikan Dokter dituntut untuk mampu melakukan diag-nosa untuk berbagai kasus kese-hatan. Dalam pelaksanaan pem-belajaran, mahasiswa tidak hanya menjalani perkuliahan di kelas, juga melaksanakan praktikum di laboratorium guna mencapai kompetensinya. “Salah satunya mahasiswa di-tuntut untuk mampu melakukan diagnosa dalam hal infertilitas dengan melakukan praktikum di lab patologi klinik,” jelasnya.
Seperti diberitakan sbelumnya, dunia pendidikan di Jogjakarta heboh dengan beredarnya pe-san berantai mengenai donor sperma dengan imbalan Rp 50 ribu untuk praktikum. Belum diketahui siapa yang pertama kali menyebarkan pesan ter-sebut, namun sejak Sabtu pagi (5/9) broadcast message ter sebut beredar. Dalam pesan yang beredar tersebut, dikatakan donor sper-ma itu akan digunakan untuk penelitian atau praktikum di bagian Patologi Klinis Fakultas Kedokteran UGM. Dimuat pula dalam broadcast message tentang “lowongan” kebutuhan bank sperma itu kontak person asisten dosen Patologi Klinis FK UGM dengan nama Ajib di nomor 08122962xxx.
Selain itu, calon “pendonor” juga diisyaratkan mengeluarkan sampel satu jam sebelum praktikum dilaksanakan.Pesan yang beredar itu ber bunyi “Guys, bingung cari uang? Lagi nganggur? Manfaatkan ke-biasaanmu untuk mencari uang! Sekarang calon anak kamu yang biasa kamu buang, bisa dijadikan uang! Syarat: Melapor ke asdos PK (patologi klinis FK UGM) atau ke Ajib (08122962xxx). Sampel dikeluarkan maksimal satu jam sebelum jam praktikum, con-tainer harap diambil dulu di lab PK lantai 5. Insentif fresh money sebesar 50 ribu setelah mengum-pulkan sampel diambil di TU PK lantai 5. Cuma bantu temen di klinik.” Pesan berantai yang menghebohkan tersebut juga diterima Radar Jogja, Sabtu pagi kemarin. (riz/jko/ong)