GUNTUR AGA/RADAR JOGJA
KEHIDUPAN PESISIR: Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (tengah) mengamati karya foto para Pewarta Foto Indonesia (PFI) pada pameran fotogra
JOGJA – Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti menyempatkan hadir dalam penutupan pameran bersama Pewarta Foto Indonesia (PFI), Rabu malam (9/9). Kehadiran menteri yang terkenal dengan kebijakan populis ini mampu menghangatkan pameran yang bertempat di Bentara Budaya Jogjakarta.
Menurutnya, pameran bertajuk Nusa Bahari ini penuh makna. Disamping menyajikan keindahan jurnalistik, juga nilai-nilai sosial. Terutama merangkum kehidupan masyara-kat pesisir di seluruh penjuru Indonesia
“Apapun itu, baik fotografi dan gambar visual selalu menghibur dan mengisi jiwa. Menambah leveling estetika yang kita punya. Kegiatan seperti ini patut di-galakkan di era kehidupan se-perti sekarang ini, mampu menghibur di era serba susah dan mahal,” kata menteri ke-lahiran Pangandaran, Jawa Barat, 15 Januari 1965 ini.Beragam kegiatan seni me-warnai penutupan pameran PFI ini. Diawali pembacaan puisi berjudul Susi Duyung karya Romo Sindhunata. Berlanjut aksi melukis dari seniman Nasirun hingga pementasan Ludruk Budi Wijaya. Penampi-lan kelompok asal Jombang ini istimewa karena mengangkat lakon Susi Duyung.
Lakon ini dikemas segar khas ludruk dengan gaya yang meng-hibur. Menampilkan keperka-saan Menteri Susi dengan be-berapa kebijakannya. Hingga akhirnya dirinya mendapat julukan Susi Duyung dari masyarakat.”Saya sebenarnya penasaran sama ludruk lakon Susi Duyung dan akhirnya ada kesempatan melihat langsung. Ini adalah wujud seni. Semakin tinggi seni semakin tinggi intelegensi kita, nah termasuk dalam foto-foto karya teman-teman PFI ini juga,” ungkap Menteri Susi.
Pameran Nusa Bahari sen-diri menyajikan 168 foto dari total 650 foto yang terkumpul. Ketua PFI Jogjakarta Tolchah Hamid mengungkapkan, pa-meran kali ini wujud edukasi. Melihat fenomena masyarakat pesisir yang tidak dilihat oleh khalayak.Pameran ini juga melibatkan seluruh anggota PFI. Tentunya menjadi tantangan, terutama menyebarkan informasi ke PFI regional lainnya. Di sisi lain, juga mampu menyajikan wa-jah pesisir Indonesia secara utuh.Dari ke-168 foto ini menam-pilkan sisi unik dan keberagaman.
Menurut Oka, sapaannya, sejak dibuka pengunjung dapat menge-tahui dinamika kehidupan pesisir di Indonesia. Mulai dari pesisir tanah Aceh hingga ujung timur Papua dengan beragam budaya dan tradisi dalam setiap ma-syarakat pesisir.”Melalui pameran yang telah berlangsung bisa melihat wujud dinamika setiap daerah. Bagai-mana pesisir dulunya menjadi pintu utama sebuah budaya luar yang masuk. Dengan adanya pendatang melalui proses jual beli dari zaman nenek moyang kita,” tutupnya. (dwi/ila/ong)