RIZAL/ RADAR JOGJA
PAPARAN: Tim BNN Amrita Devi memberikan pelatihan pada para konselor adiksi. Pelatihan untuk meningkatkan layanan rehabilitasi pada pecandu
JOGJA – Upaya mencegah te-rus dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN), selain melaku-kan pemberantasan peredaran narkoba. Bersama Dewan Ser-tifikasi Konselor Adiksi Indone-sia (DSKAI), BNN menggelar pelatihan bagi konselor adiksi. Pelatihan ini merupakan upaya mengedepankan upaya rehabi-litasi bagi pecandu narkoba.Bidang Peningkatan Layanan Rehabilitasi Komponen Masya-rakat (PLRKM) BNN Tri Wahyu Wibowo mengatakan, dalam pelatihan tersebut, ada 30 orang konselor adiksi yang sehari-hari bertugas merehabilitasi pecandu.
Ke-30 orang konselor tersebut dilatih langsung BNN dan DSKAI.Harapannya, para konselor semakin terlatih dan paham dalam langkah melakukan re-habilitasi.”Bahaya penyalahgunaan nar-koba sudah mengkhawatirkan. Karena itu, mutu layanan reha-bilitasi, SDM dari konselor juga harus ditingkatkan. Salah satu-nya, lewat pelatihan untuk me-ningkatkan kapasitas mereka melakukan rehabilitasi bagi pe-candu narkoba,” kata Tri Wahyu kemarin (11/9).
Kasubdit Rehabilitasi BNN Amrita Devi menyebutkan, ke-berhasilan rehabilitasi bergan-tung pada kedisiplinan dan keterampilan konselor adiksi membantu pecandu dari efek kecanduan.”Peningkatan kemampuan penting bagi konselor, sejalan program rehabilitasi yang di-canangkan lewat kebijakan Pre-siden Jokowi. Yaitu gerakan nasional rehabilitasi 100 ribu pecandu,” papar Amrita.
Setelah lulus pelatihan, pe-serta mendapat sertifikasi seba-gai bukti bahwa konselor terse-but kompeten menangani reha-bilitasi pecandu.”Sertifikasi merupakan bukti, konselor tersebut kompeten. Dengan kata lain, adanya serti-fikasi menandakan konselor memiliki kapasitas yang teruji dan diakui. Baik skala nasional maupun internasional,” tegasnya.
Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narko-tika, BNN ditunjuk sebagai lem-baga yang menangani penang-gulangan masalah penyalahgu-naan narkotika.”BNN memiliki tanggung jawab meningkatkan kemampuan lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial bagi pecandu narkoba. Baik diselenggarakan pemerintah maupun masyara-kat,” katanya. (riz/hes/ong)