SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
BERBAGI ILMU: Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir saat berkunjung ke Kampus Amikom dan menyempatkan diri untuk berdialog dan menonton film Battle of Surabaya.
SLEMAN – Industri kreatif Indonesia sebagai salah satu sektor penggerak per-ekonomian nasional, dinilai mempunyai prospek yang sangat potensial. Sebab masyarakat Indonesia terkenal kreatif dan pandai memanfaatkan peluang.Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir mengatakan,melalui Badan Ekonomi Kreatif, inovasi dari perguruan tinggi, seperti salah satunya animasi akan lebih dikem-bangkan. “Industri di Batam mengkoor-dinasikan film-film animasi Asia Tenggara. Bahkan Asia. Nantinya jika Malaysia, Singapura Thailand, Jepang memberikan order, akan terus kami kembangkan,” katanya saat kunjungan kerja di Jogjakarta, Jumat (11/9).
Saat berkunjung ke Kampus Amikom Jogjakarta, M Nasir sempat menonton film Battle of Surabaya. Dia menilai, prospek film animasi di Indonesia dapat berkembang pesat. “Saya lihat filmnya tadi sudah bagus. Kalau animasi Indonesia masuk nominasi dunia, itu tandanya sangat berpeluang untuk maju,” imbuhnya.
Pihaknya juga mendorong universitas yang mempunyai jurusan informasi dan teknologi untuk menjalin jejaring dengan dunia usaha. Sehingga hasil karya kreatif dapat lebih dimanfaatkan. “Untuk yang art (seni) desain grafis di Bali dan Medan selain dengan riset, agar diprogramkan dapat dipasarkan,” tandasnya.Dalam rangkaian kunjungan kerja di Jogjakarta, Menteri Nasir sempat melihat proses produksi film animasi di Kampus Amikom Jogjakarta. Bersama dengan Direktur sekaligus Rektor Amikom Prof Suyanto, menteri sempat menonton film Battle of Surabaya.”Kenapa animasi. Sebab film animasi bisa bertahan lebih lama. Dan hasilnya juga cukup besar. Ini yang nantinya diharapkan sebagai masa depan industri kreatif Indonesia,” terang Prof Suyanto mengenai alasanya membuat film Battle of Surabaya. (riz/din/ong)