MAGELANG – Ketua Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kota Magelang Slamet Santosa kecewa atas keputusan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Magelang. Para wakil rakyat tersebut menolak penambahan anggaran hibah untuk tali asih bagi atlet berprestasi saat Porwil Dulongmas 2015. Di sisi lain, pemilik Jaringan Toko Mas Mustika ini tetap mem-percayai, para wakil rakyat merupakan orang-orang terbaik di Kota Magelang yang tetap mempunyai semangat meng-hargai putra-putri terbaik di bidang olahraga. Tentu saja, ini perlu ditunjukkan dengan perubahan sikap dan tindakan.”Saya percaya, para wakil rakyat juga akan berpikir positif. Demi kemajuan Magelang,” kata Slamet kemarin (11/9).
Slamet juga sempat mem-pertanyakan hukum yang dilang-gar, terkait proses penambahan dana hibah yang diusulkan. Ka-rena secara jumlah yang di terima, penerima, tempat, waktu, dan lainnya cukup jelas. Ia me-negaskan, KONI selalu terbuka dan transparan soal anggaran.”Kalau perlu, nanti yang mem-berikan tali asih ke atlet tidak usah pihak KONI. Silahkan de-wan juga boleh atau pihak pem-kot. Bahkan kalau perlu di hadiri aparat hukum, wartawan, ter-masuk LSM dan dibuatkan be-rita acara yang semuanya tanda tangan. Biar semua tahu tidak ada yang dilanggar. Semua demi kemajuan dan memberi se mangat bagi atlet serta pelatih yang ber-juang dan menunjukkan prestasi,” usulnya.
Soal perencanaan, Slamet mengaku tidak ada yang tepat dan persis, antara perencanaan dengan kenyataan. Soal anggaran sudah dirancang sejak 2014 dengan target40 emas, 20 perak, dan 20 perunggu.Tali asih bagi atlet peraih emas sebesar Rp 10 juta, perak Rp 5 juta, dan perunggu Rp 3 juta. Sedangkan bagi pelatih, diberi tali asih Rp 3 juta untuk emas, Rp 2 juta untuk perak, dan Rp 1 juta untuk perunggu. Semuanya dianggarakan Rp 740 juta.”Ternyata ada pelonjakan prestasi dan hasilnya malah menjadi runner up Dulongmas ketiga dengan 74 emas, 76 perak, dan 92 perunggu. Karenanya, kurang Rp 1 miliar lebih. Ini kan malah bagus, prestasi melebih target,” ungkapnya.
Terkait pernyataan dewan bahwa pengajuan KONI men-dadak, Slamet membeberkan kronologi kejadian. Pada hari terakhir Dulongmas (23/8), hingga pukul 23.00 masih ada per-tandingan tinju dan keesokan harinya, KONI bisa merekap keseluruhan jumlah medali yang diperoleh dan dilanjutkan rapat.”Tanggal 25 Agustus 2015, kami mengajukan surat ke wali kota soal penambahan ini. Artinya, secara urutan waktu, itu yang bisa kami lakukan. Tidak ada yang mendadak,” jelasnya.
Slamet justru mempertanyakan niat baik beberapa dewan untuk memberi penghargaan pada atlet berprestasi. Karena ia ber-pendapat, soal pengajuan dana tidak ada yang dilanggar, meski pada 20 Agustus, rapat Banggar menetapkan KUA PPAS RAPBD Perubahan 2015. Dokumen ter-sebut belum ditandatangani.”Artinya, jika ada kejadian ter-tentu, dimungkinkan ada tam-bahan anggaran atau pe rencanaan lain. Seharusnya ini yang di-lakukan dewan, menghargai atlet,” katanya.
Saat memberikan penjelasan ini, Slamet didampingi Ketua Harian KONI Djoni Mulyo, Ben-dahara Willy Hhozali, dan Ang-gota Bidang Prestasi Ali Sungkar.Ia menambahkan, Selasa Malam (8/9), 18 pengurus KONI ke gedung dewan. Mereka ber usaha menjelaskan duduk persoalan sebenarnya versi KONI.”Kami diterima lima orang pimpinan dan anggota dewan. intinya, Pak Endi selaku ketua dewan menerima masukan dari KONI dan akan mem-bicarakan dengan Banggar yang jumlahnya 12 orang. Semoga nanti hasilnya baik. Bagaima-napun para atlet sudah berjuang. Jadi, jangan malah diblenjani,” pinta Slamet. (dem/hes/ong)