HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
SEMANGAT: Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo dan sejumlah pejabat saat melakukan taman padi dalam rangka Farmer Field Day (FFD) di Bonosoro, Lendah, kemarin (11/9).
KULONPROGO-Berbagai upaya dilakukan Pemkab Kulonprogo untuk mendorong petani meningkatkan produksi menuju target swasembada pangan. Salah satunya dengan Farmer Field Day (FFD) atau gerakan tanam padi. Kali ini gerakan tersebut dipusatkan di Bulak Bonosoro, Lendah. Camat Lendah Sumiran menyatakan, gerakan tanam padi ini penting sebagai pelecut semangat para petani. “Saya juga menyediakan hadiah kepada petani perseorangan yang ubinannya menghasilkan produksi tertinggi,” janjinya.
Juara pertama disediakan hadiah Rp 1 juta, juara II Rp 750 ribu, dan juara III Rp 500 ribu. Hadir dalam FFD gerakan tanam padi, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, Dandim 0731 Kulonprogo Letkol Cornelis Rompas, Irjen Kementan Aziz Hidayat, dan sejumlah pejabat lainnya. Koordinator Penyuluh Pertanian di Kecamatan Lendah Rustam Afandi mengungkapkan, FFD 2015 di Lendah ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada kelompok tani dalam menyukseskan upaya khusus pening-katan produksi pangan. “Diharapkan Kecamatan Lendah menjadi bagian upaya mensukseskan produksi pajale (padi, jagung, kedelai) di Kulonprogo,” ungkapnya.
Rustam menambahkan,luas tanam padi di Lendah saat ini 398 hektare dari total 658 lahan pertanian yang ada. Ada pun sawah irigasi sapon meliputi Bumirejo, Wahyuharjo, Jatirejo. “Sisanya belum menanam, karena tergantung irigasi Kali Papah. Diharapkan segera menyusul tanam, sebelum Desember,” tambahnya.
Bupati mengatakan, swasembada pangan akan terus diupayakan untuk memenuhi ketersediaan pangan. Termasuk penyediaan beras ke Bulog. Meskipun harga belum sesuai yang diharapkan, tetap akan dilakukan. “Gerakan kemandirian pangan juga untuk mendukung gerakan yang dicanangkan presiden,” ujarnya.Menurut Hasto, program Rasda meski belum memberi kesejahteraan, tetap harus mampu untuk take over. “Salah satunya, akan diberikan bantuan untuk akuisisi oleh Sekjen pada tahun 2016 untuk gapoktan agar harga tidak merugikan gapok-tan,” tandasnya.
Kepala Dinas Pertanian DIJ Sasongko menyampaikan, produksi padi di Kulonprogo akan memasok kebutuh-an DIJ. Target 2015 di DIJ, produksi padi 910 ribu ton, dan itu dinilai cukup berat karena banyak lahan yang beralih fungsi.Dengan dibantu benih, pupuk selain untuk meningkatkan produksi, juga untuk mengurangi biaya pro-duksi di tingkat petani. Benih yang dibantukan juga semakin baik, diharapkan produksi juga semakin baik. “Warna label benih bantuan sekarang ungu, sehingga kualitas lebih tinggi daripada biasa, biasanya biru sekarang ungu,” terangnya.Sasongko mengapresiasi semangat petani. Menurutnya, bantuan ke pe-tani bisa lancar tidak ada pungutan, dan tidak ada yang dikurangi. Ter-masuk bantuan alat pertanian, petani bisa memanfaatkan dan memelihara sebaik-baiknya. (tom/din/ong)