GUNAWAN/RADAR JOGJA
BIKIN GEMBIRA: Ratusan pelajar SMKN 2 Wonosari, melakukan longmarch menggunakan egrang dari sekolah mereka ke Alun-Alun Wonosari, kemarin (11/9).
GUNUNGKIDUL – Zaman sudah serba canggih, namun bukan berarti permainan tradisional itu tidak asik. Nah, kemarin (11/9), ratusan pelajar SMKN 2 Wonsari long march menggunakan egrang dan tempurung batok kelapa. Pawai jalan kaki berbalut permainan tempo dulu tersebut dalam rangka peri-ngatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2015. Mereka berjalan dari sekolah menuju alun-alun Wonosari untuk mengikuti senam masal dan jalan sehat.
Kepala SMKN 2 Wonosari Rahmad Basuki mengatakan, kegiatan ini sekaligus untuk membangkitkan semangat anak didik untuk mencintai kesenian tradisional. Menurutnya, melesetarikan budaya, perlu peran dari anak-anak muda. “Ini untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa permainan tradisional ini masih menarik. Untuk membuat permainan egrang bahan dan pembuatannya cukup mudah dan beragam,” kata Rahmat Basuki.
Untuk itulah, dalam rangka memperingati Haornas, pihak sekolah memutuskan untuk menggelar long mach egrang. Lewat kegiatan ini diharapkan bisa menjadi media untuk kembali memopulerkan kembali permainan egrang kepada masyarakat. Doni, salah satu siswa SMKN 2 Wonosari mengaku senang dengan permainan tradisional tersebut. Di awal, dia sedikit mengalami kesulitan untuk memainkan namun lama kelamaan bisa juga. “Walau permainan jadul tapi menyenangkan,” kata Doni. (gun/din/ong)