GUNTUR AGA/RADAR JOGJA
REVITALISASI TITIK NOL: Pekerja mengoperasikan alat berat untuk mengeruk aspal sebagai bagian dari proyek revitalisasi Titik Nol Kilometer Jogja, Jumat (11/9).
JOGJA – Proses revitalisasi jalan di ka-wasan Titik Nol Kilometer Jogja yang saat ini mulai penggalian, berimbas pada jalur instalasi pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta Jogja. Ka-rena itu, sebelum ada gangguan, PDAM memastikan akan numpang perbaikan pipa air.Direktur Utama PDAM Tirtamarta Jogja Dwi Agus Triwidodo mengatakan, penger-jaan penggantian aspal jalan dengan batu andesit di kawasan Titik Nol Kilometer, akan mengganggu jalur perpipaan milik PDAM di bawahnya
“Dalam perencanaan di Titik Nol kan juga akan dicor beton untuk pondasi, sehingga pipa di bawah-nya akan terganggu, makanya akan kami perbaiki dulu,” ujar Dwi Agus, kemarin (11/9).Dwi Agus mengakui, pihaknya memanfaatkan proyek Pemprov DIJ tersebut untuk mengganti pipa PDAM. Paling tidak ada sepanjang 300 meter pipa PDAM di seputar kawasan Titik Nol yang akan diganti. Apalagi jika nanti-nya dicor beton, akan lebih su-lit dalam memperbaiki. “Akan kami siapkan pipa baru yang tahan lama, paling tidak bisa sampai 15-20 tahun,” jelasnya.
Dwi Agus mengaku sudah mela-kukan koordinasi dengan pihak kontraktor pembangunan di Titik Nol untuk melakukan peng-galian hingga 2,5 meter, sekali-gus untuk melakukan perbaikan dan pergantian pipa. “Kami sudah diberi waktu untuk peng-erjaan dan akan kami selesaikan secepatnya,” ujarnya.
Kepala Seksi Jalan dan Jemba-tan Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (PU-ESDM) DIJ Bambang Sughaib meminta PDAM untuk menyesuaikan waktu pengerja-annya dengan waktu penger-jaan revitalisasi jalan di Titik Nol Kilometer. Menurut Ghaib, pihaknya su-dah menyusun jadwal penger-jaan hari per hari, sehingga dikhawatirkan jika ada pe-ngerjaan yang terganggu dengan kegiatan lain, akan menggang-gu target penyelesaian. “Kami minta PDAM untuk menyesu-aikan waktu pengerjaannya,” ujarnya.
Diakui Ghaib, pengerjaan yang dilakukan PDAM cukup meng-ganggu proses revitalisasi jalan yang sedang dikerjakan. Apalagi PDAM melakukan penggalian hingga kedalaman 2,5 meter, padahal untuk membuat pon-dasi, rencananya hanya meng-gali sedalam 40 centimeter. Selain itu proses pengerjaan juga ter-kendala dengan banyaknya kabel Telkom maupun kabel Alat Pem-beri Isyarat Lalu Lintas (APILL). “Kemarin waktu PDAM meng-gali juga sempat kena kabel APILL, tapi sudah langsung dikoordina-sikan dengan instansi terkait untuk diperbaiki,” ungkapnya. (pra/jko/ong)