SORE BAND FOR RADAR JOGJA
PELEPAS DAHAGA: Selama tujuh tahun berhibernasi untuk satu album penuh, Sore akhirnya mengeluarkan album baru mereka.
LEBIH dari sepuluh tahun mewarnai dunia musik Indonesia,Sore me-ngeluarkan album terbarunya yang berjudul Los Skut Leboys. Tak hanya sekadar menunjukkan eksistensinya saja, album yang berisi empat belas lagu ini merupakan bentuk dari mimpi besar Sore yang belum usai.Band indie yang digawangi Ade Firza Paloh (Gitar/Vokal), Awan Garnida (Bass/Vokal), Reza Dwi Putranto (Gitar/Vokal), Bemby Gusti Pramudya (Drum/Vokal) ini mampu memberikan pelepas dahaga bagi penggemarnya.
Bagai-mana tidak, selama tujuh tahun berhibernasi untuk satu album penuh, kini para sorealis bisa mendengarkan karya mereka kembali.”Album ini secara filsuf artinya ada-lah senja tanpa musim paceklik. Pemilihan Los Skut Leboys sebagai estetika adalah mimpi besar yang belum usai. Sama seperti halnya ke-bahagiaan terbesar seorang laki-laki itu adalah bisa berkumpul dengan teman-teman sejatinya dan melaku-kan apa yang ia suka,” ungkap Ade dalam pers re leasenya.
Diungkapkan, album ini hadir dengan konsep minimalis plural Sore saat ini. Bekerjasama dengan RooftopSound Records dan nama-nama besar se-perti Aghi Narottama, Adink Permana, Sigit Pramudita sebagai jajaran pro-duser.Juga mengajak musisi tamu seperti Aji Gergaji (The Milo), Alvin Witarsa, Harry Winanto, Adra Karim, Ricky Surya Virgana dan John Navid (White Shoes and The Couples Company), Joko An-war dan Aimee Saras dan Monica Hapsari. (ila/ong)