BEREBUT BAKPIA: Ratusan warga berebut gunungan berisi bakpia pada Merti Bakpia di kawasan produksi bakpia di Kampung Patuk, Ngampilan,
JOGJA – Dua gunungan bakpia habis diserbu ratusan warga dalam Merti Bakpia di Kelurahan Ngam-pilan, Jogjakarta, Senin sore (14/9). Sebanyak empat kuintal bakpia yang mengisi dua gunungan tersebut, habis diserbu dalam hitungan menit.Gunungan bakpia merupakan wujud partisipasi para pemilik Usaha Mikro Kecil Mengengah (UMKM) Kecamatan Ngampilan. Ngampilan dikenal sebagai sentra Bakpia. Produksinya merambah rumahan dan terkenal sebagai pusat oleh-oleh khas Jogjakarta.”Saat ini para produsen bakpia rumahan ini tergabung dalam tiga paguyuban, Sumekar, Laris Manis dan sebuah paguyuban baru. Untuk merti bakpia ini me-libatkan hampir seluruh pemilik UMKM bakpia di Ngampilan,” kata Ketua Merti Bakpia, Wagiman Putu Wijaya
Wagiman mengungkapkan, dengan merti ini dapat menjadi promosi. Di mana bakpia me-rupakan salah satu potensi ku-liner yang dimiliki Jogjakarta. “Selain itu mengenalkan po-tensi UMKM yang ada di dalam kampung,” ujarnya.Merti Bakpia kali inipun mengangkat tema Manunggal Jati. Perwujudan dari akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa. Pasalnya bakpia merupakan ma-kanan yang dibawa warga Tiong-kok. Seiring perkembangan zaman, makanan ini menjadi potensi kuliner yang dimiliki Jogjakarta.”Sehingga dalam kesempatan ini juga wujud akulturasi dua budaya antara Jawa dan Tionghoa. Meski asli Tiongkok, tapi telah menjiwa di Jogjakarta. Bahkan saat ini bakpia telah berkembang dari segi rasanya,” kata Wagiman.
Saat ini di Ngampilan kurang lebih ada 142 home industri bakpia. Ini tersebar di kampung Patuk, Purwodinatan dan Nga-diwinatan di Kelurahan Ngam-pilan. Naiknya nilai dolar ter-hadap rupiah pun berpengaruh pada indutsri rumahan ini.Ketua Paguyuban Sumekar, Sumiyati memaparkan, lemahnya rupiah terhadap dolar, berdam-pak pada naiknya harga bakpia. Salah satu penyebabnya karena bahan baku terigu mengalami peningkatan harga. Sehingga secara langsung turut menaikkan harga produksi bakpia.”Ada peningkatan harga, mi-salnya awal Rp 18 ribu menjadi Rp 20 ribu. Isinya tetap sama satu kotak 20 biji bakpia. Dengan adanya merti bakpia ini turut mendukung promosi industri rumahan. Meski ekonomi lesu, namun penjualan bakpia tetap jalan,” katanya.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti berharap Merti Bakpia ini rutin diselenggarakan. Dengan pening-katan kemasan kegiatan dari tahun ke tahun untuk menarik warga di luar Ngampilan. Tu-juannya juga meningkatkan pro-mosi bakpia sebagai potensi kuliner Jogjakarta di mata na sional, bahkan internasional.”Tanpa terasa 57 tahun telah mengenal bakpia dan telah men-jadi ikon Jogjakarta. Sehingga menjadi pelecut agar terus me-ningkatkan kualitas bakpia. Memasuki tahun keempat Merti Bakpia tentunya semakin baik. Bagaimana seluruh pengusaha bakpia turun demi Ngampilan yang hebat dan Jogjakarta yang istimewa,” kata Haryadi.Sebelum diperebutkan, dua gunungan bakpia sebanyak 4 kuintal ini terlebih dahulu diarak. Diawali dari Gapura Bakpia Ngam-pilan menuju Jalan Letjend Suprapto. Selanjutnya menyisiri jalan KH Ahmad Dahlan, me nuju utara jalan Bhayangkara dan kem-bali ke jalan KS Tubun. Pawai ini dikawal Bregada Prajurit Mataram, puluhan UMKM Bakpia dan paguyuban Liong dan Barongsai. (dwi/jko/ong)