RADAR JOGJA FILE
RAWAN KECELAKAAN: Bundaran di depan Pasar Seni Gabusan (PSG) dinilai pantas untuk dipasang lampu kedip karena sering terjadi kecalakaan.


BANTUL – Bertambahnya jumlah kendaraan bermotor sejak beberapa tahun terakhir mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan sejumlah kebijakan strategis. Salah satunya, memperbanyak pemasangan flashing lamp atau lampu kedip di sejumlah titik keramaian.
Kepala Dishub Bantul Suwito menegaskan, pemasangan lampu kedip di titik keramaian untuk menekan jumlah angka kecelakaan lalu lintas. Dengan adanya lampu kedip, pengguna jalan diharapkan lebih berhati-hati dan mengurangi kecepataan kendaraannya. “Sangat diperlukan terutama di depan tempat publik yang ramai seperti rumah sakit, pasar, dan sekolahan,” terang Suwito, kemarin (15/10).
Menurutnya, Dishub tak dapat memasang secara serentak pemasangan lampu kedip. Terbatasnya anggaran sebagai penyebabnya. Solusinya, Dishub pun memprioritaskan sejumlah titik yang benar-benar ramai. “Tiap tahun selalu kami anggarkan untuk beberapa titik,” ujarnya.
Bekas Kepala Badan Lingkungan Hidup ini menguraikan, ada tiga titik pemasangan lampu kedip pada tahun ini. Yakni, di depan pasar Mangiran (Jalan Srandakan), di depan pasar Ngoto (Jalan Imogiri Barat), dan depan SD Jambidan, Banguntapan. Di tiga titik lokasi ini, Dishub sedikitnya membutuhkan pemasangan enam tiang lampu kedip. “Untuk satu titik paling tidak butuh dua lampu,” ucapnya.
Kebijakan serupa, kata Suwito, akan kembali digulirkan pada tahun depan. Di tahun 2016, Dishub akan mengusulkan pemasangan lampu kedip di tiga titik. Yaitu, depan RSUD Panembahan Senopati, di Sapuangin, Triharjo, Pandak, dan depan SD Wojo (Jalan Imogiri Barat). “Demi kenyamanan bersama pertimbangannya,” tandasnya.
Kanit Registrasi dan Identifikasi (Regident) Sat Lantas polres Bantul Ipda Sutrisno menambahkan, jumlah kendaraan bermotor, baik roda dua maupun empat di Kabupaten Bantul selalu bertambah setiap tahunnya. Meskipun penambahan kendaraan bermotor pada tahun ini jauh lebih banyak dibanding tahun 2014. Dalam kurun Januari hingga Juli 2015 kendaraan bermotor roda dua yang terdaftar di Samsat Polres Bantul sebanyak 17.037 unit. Sementara roda empat sebanyak 2.307 unit. “Dengan kurun waktu yang sama pada 2014, roda dua 18.594 unit dan roda empat 2.521 unit,” sebutnya.
Tingginya minat masyarakat membeli kendaraan bermotor karena banyaknya program penawaran yang ditawarkan dealer. Sayangnya, bertambahnya jumlah kendaraan bermotor ini tak diiringi dengan perluasan ruas jalan. Alhasil, jalan raya semakin padat dan rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.(zam/din/ong)