PARAH: Nelayan pantai Glagah, Kecamatan Panjatan, memilih memarkirkan perahunya (kanan). Kondisi hutan Cemara di pantai setempat yang terkisis abrasi, kemarin.
KULONPROGO-Angin kencang dan gelombang tinggi menjadi penyebab utama terjadi abrasi di sepanjang pantai selatan Kulonprogo. Warga diiambau tetap waspada, pasalnya cuaca extrim diprediski masih akan berlangsung hingga bulan April mendatang.
“Cuaca axtrim sudah terpantu sejak Mei lalu, dan sejauh ini dampak abrasi yakni paling parah terjadi di pantai Bugel dan Trisik,” ungkap Kepala BPBD Kulonprogo Untung Waluyo, kemarin (23/10).
Dikatakan Untung, tingginya gelombang air laut sangat dipengaruhi turunnya suhu saat musim kemarau, dan hal itu membuat gelombang air laut di malam hari naik tinggi. Dampaknya tidak hanya merusak pohon cemara di bibir pantai, tetapi juga sudah mulai mengancam rumah warga. “Kondisi ini sudah kami laporkan ke BPBD DIJ,” katanya.
Tutik, 37, warga Perumahan Transmigrasi Ring I Pantai Bugel, Kecamatan Panjatan mengungkapkan, abrasi akibat gelombang tinggi beberapa bulan terakhir semakin paran dan mulai mendekati rumahnya.
Jarak rumah dengan bibir pantai yang semula kira-kira 250 meter, kini hanya berjarak sekitar 150 meter saja dari rumahnya. “Abrasi semakin parah, bahkan bisa menumbangkan pohon cemara di tepian pantai sana, kami khawatir abrasi semakin mendekat ke pemukiman kami,” ungkapnya.
Kekhawatiran Tutik juga dialami ratusan warga lainnya yang bermukim di kompleks tersebut. Kendati demikian, warga mangku masiyh akan tetap bertahan, dan enggan untuk meninggalkan rumahnya, lantaran tidak ada tempat lain untuk tinggal.
“Selain bermukim, disini memang tempat mata pencaharian kami, kami petani dan saat ini tengah musim semangka bahkan sudah mulai panen, jadi tidak mungkin kita pindah sekarang,” ujar Warsinem, 34, tetangga Tutik.
Nelayan Pantai Bugel Muhammad Nasuha menambahkan, aktifitas nelayan di pantai Bugel juga lumpuh, praktis tidak ada satu pun nelayan yang turun melaut. “Kami sudah tidak melaut selama enam bulan,” imbuhnya. (tom/ong)