GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
SLEMAN – Kekalahan tim cewek basket SMPN 3 Jogja (Three) melengkapi kegagalan SMPN 3 Jogja dalam laga Junio JRBL 2015 Jogja Series. Sebelumnya, tim basket putra mereka mengalami hal serupa. Tim pendatang baru ini harus tunduk atas SMPN 15 Jogja (Mabelta) dengan skor 6-12.
Di dua kuarter awal, sebenrnya pertandingan berjalan cukup berimbang. Skor imbang 6-6 hingga akhir babak kedua. Memasuki kuarter ketiga, Mabelta mengendalikan permainan. Sedangkan Three sering melakukan kesalahan.
Pelatih Three, Santoso mengatakan anak asuhnya mulai kehabisan tenaga di kuarter ketiga. Sehingga sulit mengimbangi permainan lawan. “Anak-anak kelelahan,” jelasnya.
Pelatih Mabelta Denisa R mengatakan meski menang, skuad asuhnya masih labil. Ditambah faktor demam panggung membuat permainan kurang prima.
Pada laga derby Depok, antara tim cewek SMPN 4 Depok dengan SMPN 2 Depok (Espero) menjadi pertemuan adu mental. Pasalnya, kejar mengejar skor terjadi hingga satu menit kuarter keempat berakhir. Pada akhirnya, Espero lah yang berhasil mengunci kemenangan dengan skor 13-8.
SMPN 4 Depok sempat mengendalikan permainan di kuarter pertama dan kedua. Guard mereka Septi Nur Hanna memborong empat poin dan membawa keunggulan hingga kuarter kedua.
Namun, ketergantungan terhadap sang kapten, membuat tim timpang di kuarter ketiga. Benar saja, begitu Septi diganti, praktis mesin poin mereka macet. Ini dimanfaatkan oleh anak-anak Espero.
Pelatih SMPN 4 Depok Budi R menjelaskan anak asuhnya tidak bisa mengontrol emosi. Akibatnya sejumlah foul menguntungkan lawan.
Sementara itu, pelatih SMAN 4 Depok Bernadus mengatakan kesiapan fisik menjadi kunci timnya memenangi pertandingan. Persiapan fisik untuk menghadapi Junio JRBL 2015 Jogja Series ini sudah dipersiapkan selama setahun.
Sedangkan tim cewek SMP Pangudi Luhur (Espeelsa) dan SMP N 1 Jogja (Satria Siaga) menutup hari kedua Junio JRBL Jogja Series dengan kejar mengejar poin. Keduanya menampilkan permainan agresif sejak kuarter awal dan terus ngotot hingga kuarter keempat. Namun, skill dan mental Staria Siaga lebih unggul, hingga dapat memulangkan Espeelsa dengan skor 21-13.
Pelatih Satria Siaga Manan Susilo mengatakan anak asuhnya tidak down meski ketinggalan poin. Mental mereka cukup bagus dan bahkan menyusul lagi di kuarter terakhir.
Bagi pelatih Espeelsa Dwi Guntoro di kuarter ketiga dan keempat fisik anak asuhnya menurun. Mereka tidak bisa lagi mengimbangi permainan lawan. (bhn/dya/ong)