DWI AGUS/RADAR JOGJA
PENYIHIR: La Dance saat tampil di GOR UNY, kemarin.
SLEMAN – Duabelas ‘’penyihir” meramaikan Dance Competition Junio JRBL 2015 Jogja Series di GOR UNY (23/10). Sekumpulan ‘’penyihir” ini merupakan tim dance SMPN 2 Depok (Espero). Tidak hanya kostum, gerakan yang diusung pun menyerupai para penyihir saat merapal mantra.
Kapten tim dance berjuluk La Dance, Dina Parisya Widya Lesmana mengatakan konsep ini terinspirasi dari film Harry Potter. Sehingga dari kostum pun didesain mirip baju sekolah sihir.
“Enggak lupa gerakan-gerakannya juga berbau penyihir,” kata Noni, sapaan Dina Parisya Widya Lesmana.
Konsep yang disajikan La Dance memang enerjik. Namun di sini pula tantangan untuk mewujudkan konsep. Anggota tim dance ini mencapai 12 penggawa.
Meski begitu Noni dan kawan-kawannya tidak pantang menyerah. Bahkan semakin terpacu semangatnya berkompetisi dalam Dance Competition Junio JRBL. Persiapan yang dilakukan pun sudah jauh-jauh hari.
“Awalnya memang susah karena gerakannya rumit. Belum lagi musik dengan irama nge-beat. Ini juga berpengaruh ke gerakan. Tapi kami tetap semangat kok,” kata Noni.
La Dance tidak pernah absen mengikuti kompetisi ini. Sehingga selalu optimistis mengikuti setiap tahunnya.
“Teman-teman La Dance pasti selalu semangat kalau ikut Dance Conpetition Junio JRBL. Tahun ini kami akan memberikan yang terbaik. Juara tentu menjadi target kami,” kata siswi kelas 9 ini. (dwi/iwa/ong)