ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
KAGUM: Yuniati (dua dari kiri) dan seluruh anggota keluarganya bersama Paramitha Rusady. Kedatangan artis cantik ini selain karena rasa kagum juga untuk mendalami perannya di film Sepasang Mata Ibu yang dibintanginya.

Jangan Menyerah dengan Keterbatasan Ekonomi

Masih ingat dengan sosok Yuniati? Perjuangan buruh cuci yang menyekolahkan kedua anaknya hingga ke perguruan tinggi ini ternyata telah menginspirasi banyak kalangan. Termasuk di antaranya artis Paramitha Rusady.
ZAKKI MUBAROK, Bantul
RASA kekaguman Paramitha Rusady sangat tampak ketika berkunjung ke kediaman Yuniati, 49, Senin (26/10) kemarin. Artis senior ini tak dapat menutupi perasaan kagum sekaligus haru saat melihat dengan mata kepala sendiri kehidupan Yuniati di rumah kecilnya yang terletak di RT VII RW XII Ketandan Kulon, Kelurahan Imogiri, Kecamatan Imogiri, Bantul.
Bagaimana tidak, dengan hidup penuh keterbatasan Yuniati tidak menyerah dan berhasil menyekolahkan kedua anaknya hingga perguruan tinggi. Kisah perjuangan Yuniati ini telah didengarkan dan menginspirasi banyak kalangan.
“Ini adalah salah satu contoh ibu yang berhasil mendidik anaknya dengan luar biasa,” puji Paramitha kepada sosok Yuniati.
Ya, berkat ketelatenan dan kesebarannya. Yuni, sapaan akrabnya, berhasil mengantarkan anak sulungnya bernama Satya Chandra Wibawa Sakti hingga menyelesaikan program strata tiga di Universitas Hokaido, Jepang. Anak keduanya bernama Oktaviana Ratna Cahyani ke salah satu perguruan tinggi swasta di Jogja. Gali lubang, tutup lubang sudah hal yang sering dilakukan Yuni demi membiayai pendidikan kedua anaknya.
Paramitha mengaku mendengar kisah perjuangan Yuni dari tim produksi film Sepasang Mata Ibu. Sebagaimana dirinya, tim produksi film ini juga ingin melihat dari dekat sosok Yuni. Selain karena kekaguman, ada kemiripan sosok Yuni dengan karakter yang dia perankan dalam film besutan sutradara Imam Indrayadi itu.
“Cerita hampir sama, memberikan inspirasi soal perjuangan seorang ibu,” tuturnya.
Sebagai salah satu pemeran utama film, Paramitha ingin kunjungannya ke kediaman Yuni sebagai modal sebelum melakukan proses syuting. Terlepas itu, sosok Yuni juga menginspirasinya untuk lebih kuat sebagai seorang ibu.
Paramitha menuturkan, tak sedikit rakyat Indonesia yang masih hidup dalam garis kemiskinan. Karena itu, dia berharap kisah perjuangan Yuni dan film Sepasang Mata Ibu nantinya dapat menginspirasi kaum ibu untuk tidak menyerah dengan keadaan.
“Kesuksesan Satya ini bukti keajaiban doa dan perjuangan seorang ibu atas anak-anaknya,” tandasnya.
Sementara itu, Yuni merasa tersanjung dengan kedatangan Paramitha Rusady beserta tim produksi film ke kediamannya. Sebagai seorang ibu, Yuni berharap perjuangan hidupnya dapat memberikan dampak positif bagi orang tua dalam menyekolahkan anak-anaknya.
“Jangan menyerah dengan keadaan, Karena anak adalah segalanya,” tegasnya.
Bagi Yuni, keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk mengantarkan anak ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Sebagai contoh adalah dirinya sendiri. Kendati beprofesi sebagai buruh cuci dari rumah ke rumah dia berhasil sukses menyekolahkan kedua anaknya. “Kalau ada semangat dan tekad pasti ada jalan,” tandasnya.
Kendati kedua anaknya telah selesai mengenyam pendidikan formal, Yuni tak lantas berpangku tangan. Sehari-hari dia masih meluangkan waktu mendampingi anak-anak kecil di sekitar rumahnya untuk belajar. Yuni juga mengajarkan kedisiplinan kepada mereka. Harapannya, anak-anak kecil yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu kelak dapat menempuh jenjang pendidikan lebih tinggi sehingga memiliki masa depan cerah.
Di tempat yang sama, Satya mengaku bersyukur dengan keadaannya saat ini. Sebab berkat sang ibu dia bisa mengenyam pendidikan hingga ke Jepang.
Nggak usah malu dan takut dengan ekonomi keluarga. Jangan jadikan itu penghalang. Minta doa ibu pasti ada jalan,” ucap Satya memberikan kiat sukses dalam belajar. (ila)