Hendri Utomo/Radar Jogja
CANTIK: Bayi cantik yang kini dirawat sementara di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates.



 
KULONPROGO – Warga Pedukuhan Siluwok, Tawangsari, Pengasih, Kulonprogo, digegerkan dengan penemuan bayi perempuan kemarin (27/10). Bayi malang itu ditemukan di teras rumah Darmawan, warga setempat. Diduga kuat bayi sengaja dibuang oleh orang tuanya.
“Bayi ditemukan dalam kondisi sehat, beratnya 2,6 kilogram dan panjang 47 centimeter. Tidak sengaja saya temukan bersama istri saya sekitar pukul 02.00 WIB,” terang Darmawan.
Diungkapkan, ia sempat mendengar suara tangisan bayi tepat di depan rumah. Bayi sudah diletakkan di kursi bambu di teras rumah. Saat ditemukan, bayi dibalut kain dan jaket serta berselimut selendang. “Penemuan bayi itu kemudian kami laporkan ke Polsek Pengasih,” ujarnya.
Kanit Reskrim Polsek Pengasih Iptu Suparno menjelaskan, pihaknya hingga saat ini masih melakukan proses penyelidikan guna mengungkap motif dan siapa pelaku pembuangan bayi. Sejumlah saksi juga sudah diperiksa dan dimintai keterangan.
Kendati demikian, berdasarkan hasil penyelidikan sementara tidak ada warga setempat yang melahirkan. Beberapa orang yang belum lama melahirkan juga diketahui merawat bayi mereka masing-masing. “Kita masih lakukan penyelidikan,” jelasnya.
Bayi cantik itu kini dirawat sementara di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates.
“Bayi akan terus dirawat sambil menunggu hasil dari kepolisian dan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulonprogo,” ucap Kabid Keperawatan dan Kebidanan RSUD Wates Sulalita Saraswati.
Menurut Sulalita, berdasarkan pemeriksaan bayi dalam kondisi sehat. Bayi bahkan sudah diberi imunisasi hepatitis. Seorang rohaniwan juga sudah adzan dan iqamah di telinga kanan dan kiri bayi.
“Bayi diperkirakan sudah lahir dua atau tiga hari sebelum ditemukan. Tali pusar juga masih menempel. Kalau dilihat potongan tali pusar, bayi ini sempat ditolong oleh tim medis, karena ada karet khusus untuk mengikat tali pusar,” ujarnya. (tom/laz/ong)