ISTIMEWA
LESTARIKAN TRADISI: Para pemenang masing-masing kategori dalam pentas Langen Carito yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul 24 – 25 Oktober lalu.


 

BANTUL – Kecamatan Pandak terpilih sebagai penyaji terbaik I dengan pementasan Panembahan Bodo dalam Pentas Langen Carito yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul 24 – 25 Oktober lalu.
Sedangkan penyaji terbaik II adalah grup asal Kecamatan Srandakan dengan pementasan Mbirat Dur Angkoro dan Kecamatan Kretek dengan Dumadine Parang Kusumo sebagai penyaji terbaik III. Penyaji Terbaik Harapan I Kecamatan Sewon, Penyaji Terbaik Harapan II Kecamatan Pundong, dan Penyaji Terbaik Harapan III Kecamatan Pajangan.
Peserta yang merupakan siswa usia sekolah dasar perwakilan dari 17 kecamatan se-Bantul tampil maksimal membawakan sejarah dan cerita rakyat dengan durasi selama 20 – 25 menit. Mereka berasal dari 17 kecamatan di Bantul.
Menurut Kabid Kebudayaan Bantul Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul Dodiek Koeswardono, di era globalisasi saat ini banyak masyarakat lebih menyukai kebudayaan yang berasal dari luar. Sehingga keberadaan Langen Carito mulai terpinggirkan. “Untuk itulah digelar festival ini sebagai upaya untuk melestarikan kesenian tradisi,” jelasnya.
Lima juri yang terdiri dari Sumaryono, Resang Y Sugiyono, Sumpomo, Indra Tranggono, dan Juwaraya menilai setiap penampilan group berdasarkan kesesuaian tema dengan penampilan, materi penokohan, kreativitas, ungkapan gerak, kostum, dialog, serta iringan yang sesuai dengan tema yang dibawakan.
Sedangkan untuk kategori perorangan, penulis naskah terbaik diraih Marsudi dari Kretek, sutradara terbaik Keiri Limpat dari Pandak, pemain pria terbaik Azza Ilham dari Pandak, pemain wanita terbaik Elisa Dwi Susanti dari Srandakan, pemain pembantu pria terbaik Dicky Prasetyo Nugroho dari Kretek, pemain pembantu wanita terbaik Tifa Masinta dari Pandak, penata kostum terbaik Puji Asiyanti dari Srandakan, dan penata iringan terbaik Santosa dari pandak.(din/ong)