Hendri Utomo/Radar Jogja
BERSIH-BERSIH: Sejumlah pedagang Pantai Glagah membersihkan sampah yang berrserakan di jalan menuju pantai, tepatnya di sisi timur laguna, kemarin.




 
KULONPROGO – Banyaknya sampah yang berserakan di kawasan objek wisata (obwis) Pantai Glagah, Kecamatan Temon, membuat pelaku wisata turun tangan untuk melakukan pembersihan. Mereka yang peduli itu tergabung dalam paguyuban Pondok Laguna.
Mereka meliputi para pemilik warung di kawasan pantai, juru parkir, penyedia jasa sewa payung, serta pemilik perahu wisata. “Banyak sampah di mana-mana, dan kami harus melakukan pembersihan,” kata Wakil Ketua Pondok Laguna Pantai Glagah Suyadi di sela-sela pembersihan.
Suyadi mengatakan, sampah paling banyak ditemukan di bibir pantai, tepatnya di sekitar lokasi payung-payung wisata, area segitiga muara, serta lingkungan warung-warung yang cukup padat di kawasan itu.
“Kalau bersih pengunjung nyaman. Kalau banyak sampah nanti menjadi catatan. Jalur menuju ke pantai di antara warung-warung juga kami luruskan, supaya rapi,” katanya.
Dijelaskan Suyadi, sampah kebanyakan dibawa oleh pengunjung atau dari warung-warung di sekitar pantai. Lima unit bak sampah bantuan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) dan pemerintah desa yang sudah disediakan, nampak masih kurang.
“Mungkin juga titik tempat sampahnya masih terlalu jauh, sehingga wisatawan memilih buang sembarangan. Kebersihan memang membutuhkan kesadaran, tidak hanya pengunjung, pelaku usaha juga harus paham itu, agar rezeki tetap lancer,” jelasnya.
Kasi Objek dan Sarana Prasarana Disbudparpora Kulonprogo Kuat Tri Utomo menyatakan, upaya pembersihan pantai yang dilakukan para pelaku wisata Pantai Glagah pantas mendapat apresiasi. Terlebih volume sampah di Pantai Glagah cukup banyak.
“Kami juga sudah memberikan bantuan empat unit bak sampah untuk mengatasi persoalan tersebut. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan DPU terkait pengangkutan sampah,” ucapnya. (tom/laz/ong)