GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
ADILUHUNG: Replika keris setinggi lima meter diarak pada karnaval budaya pembuka acara Keris Summit 2015 di kawasan Malioboro, Jogjakarta, Rabu (28/10).
JOGJA – Replika Keris setinggi lima meter diarak dalam karnaval budaya pembuka acara Keris Summit 2015 di kawasan Malioboro, Jogja, Rabu (28/10). Keris Summit 2015 adalah pameran keris terbesar se-Indonesia dan digelar di Museum Benteng Vredeburg pada 28 Oktober hingga 1 November 2015.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 650 keris Nusantara dan mancanegara akan dipamerkan. Acara tersebut sebagai salah satu upaya pelestarian keris Indonesia yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO sejak tahun 2005 silam.
Kepala Bidang Sejarah, Purbakala dan Museum Dinas Kebudayaan DIJ Erlina Hidayati mengungkapkan, acara ini terselenggara kerja sama Dinas Kebudayaan DIJ bersama Paguyuban Pemerhati Tosan Aji Mertikara, Queen Production, dan Pusat Studi Kebudayaan UGM. Karnaval budaya ini melibatkan sekitar seribu seniman dan seniwati dari berbagai daerah di Jogjakarta.
“Karnaval Budaya ini mengambil tema Keris Warisan Pusaka Budaya Dunia. Tercatat ada sekita 20 kontingen yang mengikuti karnaval budaya,” ungkapnya.
Dalam acara kemarin, banyak seni pertunjukan yang terlibat. Begitu pula dari kelompok seni tradisi seperti angguk, debus, topeng ireng dan sendratari Ramayana. Ada juga seni tari kreasi modern, seni keprajuritan rakyat, painting street art, tokoh pahlawan, kelompok sepeda hingga artis-artis dangdut Jogjakarta.
“Sedangkan simbolisasi keris yang khusus dibuat oleh kelompok seni Tejo Badut ini setinggi lima meter,” ungkapnya.
Iring-iringan karnaval yang bergabung di antaranya Bregada Ngeksigondo, dilanjutkan kontingen Edan-edanan kemudian simbol keris setinggi lima meter berada di tengah-tengah arak-arakan. Dilanjutkan kelompok Topeng Ireng, Bregada Nitimanggala, Paguyuban Dalang Sukrokasih, Teater Smero, kemudian kelompok Angguk, Hokyakarta Angels, Bregada Kalinyamat dan lainnya. “Arak-arakan ditutup oleh Bregada Songgo Rumekso,” ungkapnya.
Harapannya, dengan adanya gelaran Keris Summit ini bisa menjadi ajang berkumpulnya pehobi keris. Terlebih penggemar keris tak hanya dari dalam negeri saja, tetapi juga banyak warga asing yang terpesona dengan keindahan keris. (aga/ila/ong)