Gunawan/Radar Jogja
SEMANGAT: Memperingati Hari Sumpah Pemuda, ratusan remaja yang tergabung dalam Youth Forum PKBI Gunungkidul menggelar Dance for Life di Alun-Alun Wonosari, kemarin (28/10)

GUNUNGKIDUL – Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober kemarin digelar remaja di Gunungkidul dengan aksi nyata. Mereka satu suara menolak keras perilaku menyimpang seperti hamil di luar nikah, melalui sebuah gerakan tarian masal, Dance for Life.
Kegiatan ini berlangsung di depan Alun-Alun Pemkab Gunungkidul. Lebih dari 600 pelajar putra dan putri dari 12 sekolahan menari dan menyanyi. Mereka adalah organisasi remaja yang tergabung dalam Youth Forum (YF). YF sendiri merupakan bentukan dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Gunungkidul untuk program pengorganisasian remaja sekolah.
Dance for Life cukup menarik perhatian publik, karena berlangsung sesaat sebelum upacara Sumpah Pemuda dilaksanakan. Dalam satu teriakan komando, ratusan pelajar langsung berhamburan ke tengah lapangan.
Dance for Life adalah sebuah inisiatif internasional yang dinamis dan aktif melibatkan remaja. Pendekatannya memadukan budaya remaja melalui media music, khususnya tarian,” kata Koordinator Program PKBI Gunungkidul Tri Wahyu Ariningsih di sela-sela acara.
Dijelaskan, setiap gerakan tarian bukan tanpa makna. Misalnya, gerakan pertama semua berteriak “bertanggungjawablah atas kehidupan. HIV dan AIDS dapat kita kalahkan, bertanggungjawablah. Saya bisa kamu bisa bersama-sama kita bisa, lawan.”
Menurut Tri Wahyu, suara dan gerakan yang muncul sebenarnya tidak diskenariokan secara khusus. Namun poin pentingnya adalah mereka diharapkan bisa lebih bersemangat untuk menjadi agen Dance for Life. Seorang agen harus berpartisipasi dalam hearth connection tour (HCT) dan menginspirasi remaja lain.
“Jadi salah satu inti dari Dance for Life salah satunya adalah abstinace atau remaja tidak melakukan hubungan seksual yang bisa berakibat pada kehamilan tidak dikehendaki. Makanya, remaja menolak hamil duluan,” tegasnya.
Melalui tarian tersebut, para remaja diharapkan mampu menghentikan penyebaran HIV/AIDS. Pelibatan remaja untuk mengubah perilaku dan menggerakkan mereka untuk menciptakan perubahan sosial di tingkat komunitas.
Dance for Life memberdayakan remaja untuk kehidupan lebih baik. Pesertanya dari kalangan remaja berusia 13-19 tahun. Dalam acara ini juga dilakukan donation box oleh pengurus YF. Yang nantinya akan digunakan untuk korban kekerasan seksual remaja,” ujarnya. (gun/laz/ong)