DWI AGUS/Radar Jogja
TIM BASKET tanpa dukungan suporter bakal bermain hambar. Suporter terbukti menjadi bagian penting dalam Junio JRBL 2015 Jogja Series.
Serunya pertandingan tidak akan berjalan tanpa adanya dukungan suporter. Melalui koreo dan yel-yel menjadi bahan bakar semangat bagi tim yang bertanding.
Hal ini dibuktikan saat kedua tim basket SMP Budi Mulia Dua (BMD) bertanding. Yel-yel semangat tak henti-hentinya menggema di GOR UNY saat pertandingan dimulai. Bahkan tidak hanya para siswa, para guru dan orangtua pun turut berjibaku memberikan semangat.
“Saya terharu melihat semangat anak-anak dalam memberikan dukungan. Seakan yang bertanding tidak hanya para pemain tapi seluruh keluarga besar BMD. Ini adalah perjuangan bersama,” kata Direktur Perguruan BMD Siti Nurnisa Dewanta.
Nanies, sapaan Siti Nurnisa Dewanta, menilai suporter merupakan bagian penting dalam pertandingan. Saat para pemain terlihat down mentalnya, suporter hadir untuk memberikan semangat. Bahkan tak henti-hentinya bernyanyi sepanjang pertandingan.
Momentum seperti ini lanjutnya dapat membangun suasana kekeluargaan. Mampu membangun nilai kebersamaan untuk sebuah tujuan. Di samping itu juga mengedepankan nilai sportivitas terutama saat memberikan dukungan.
“Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Peribahasa ini yang pas untuk menggambarkan bentuk dukungan para suporter saat ini,” kata Nanies.
Dukungan tim suporter ini diakui menjadi tambahan semangat bagi tim yang bertanding. Tim cewek BMD pun mampu menang melawan tim SMPN 2 Depok dengan skor akhir 25-33. Sang kapten Najla Mumtaza mengungkapkan tim suporter ibarat pemain keenam dalam tim.
Hal yang sama juga dirasakan oleh kapten tim cowok BMD Severian Fathich W. Pemilik nomor punggung 11 ini menilai suporter merupakan bagian dari sebuah pertandingan. (dwi/iwa/ong)