ABRAHAM GENTA BUWANA/RADAR JOGJA
TEROBOS: Pebasket Espeelsa Edward Wirayudha (biru) melewati pertahanan pebasket Zhedoz Anggito Dwi S.
 
FANTASTIC four Junio JRBL 2015 Jogja Series tadi malam berlangsung dahsyat. Tim cowok SMP Pangudi Luhur (Espeelsa) memukul telak SMPN 1 Jogja 53-17. Espeelsa ditunggu SMP Budi Mulia Dua (BMD) di final party.
Pertarungan kedua tim sebenarnya cukup alot pada awal pertandingan. Namun kuarter selanjutnya, SMPN 1 Jogja mulai kewalahan meladeni set offence Eugelion Wigar dkk. Berkali-kali drive pemain PL mudah melewati barisan pertahanan Satria Siaga.
Coach PL Dwi Buntoro menyebut skuadnya bermain dengan keyakinan tinggi. Apalagi selama ini kedua tim sudah sering bertemu.
Buntoro tidak ingin timnya cepat puas. Sebab hal tersebut bisa menjadi blunder bagi timnya. “Selain percaya diri, disiplin harus tetap dijaga,” terangnya.
Pelatih SMPN 1 Jogja Fredi mengatakan, skuadnya tidak bisa menjaga ritme permainan sampai kuarter terakhir. Kelelahan menjadi salah satu faktor penyebab.
Sedangkan tim cowok SMP BMD mengempaskan Zhedos (SMPN 6 Jogja) dengan skor 36-21. Sepanjang kuarter BMD mendominasi pertandingan.
Pemain BMD yang rata-rata memiliki postur cukup tinggi (big man) menjadi batu karang bagi skuad Zhedos untuk bisa ditempus. Berkali-kali set offence SMPN 6 Jogja berhasil digagalkan akibat defence ketat BMD.
Keberadaan big man BMD, Muhammad Yoga ternyata sangat penting dalam mengantisipasi bola-bola rebound. Tercatat pemain bernomor 12 ini melakukan tujuh kali rebound.
Sebenarnya Zhedos sempat bangkit. Keluarnya Yoga, karena faktor rotasi pemain dimanfaatkan pelatih Zhedos, Danu Rian melakukaan fast break. Langkah ini berhasil, berkali-kali pemain BMD melakukan kesalahan di area back court mereka yang menghasilkan free throw. (bhn/iwa/ong)