HERI SUSANTO/RADAR JOGJA
PRESTASI: Wali Kota Haryadi Suyuti saat menjadi narasumber talkshow. Foto kanan, Haryadi Suyuti mendapatkan penghargaan ini di Gedung Makarti Bhakti Nagari, Kampus PPLPN Lembaga Administrasi Negara (LAN) Rabu (28/8).
JOGJA – Inovasi Pemkot Jogja untuk pelayanan masyarakat berbuah manis. Tak hanya mengoptimalkan layanan, pemkot juga mendapatkan penghargaan INAGARA (Inovasi Administrasi Negara) Award 2015.
Penghargaan ini diberikan untuk kategori Kepala Daerah Pelopor Laboratorium Inovasi. Wali Kota Haryadi Suyuti mendapatkan penghargaan ini di Gedung Makarti Bhakti Nagari, Kampus PPLPN Lembaga Administrasi Negara (LAN) Rabu (28/8) pagi.
HS, sapaan akrabnya, mengaku, keberhasilan Kota Jogja melakukan inovasi tak lepas peran stakeholder. Artinya inovasi yang ada ini tidak akan berjalan jika tidak ada dukungan dari berbagai pemegang kepentingan di Kota Jogja. “Penghargaan ini didedikasikan untuk seluruh stakeholder di Kota Jogja, rekan-rekan kerja di pemkot, juga untuk seluruh warga Kota Jogja,” tutur HS dihubungi usai mendapatkan penghargaan.
HS menambahkan, segala inovasi akan berjalan dengan baik apabila penyelenggara inovasi sudah memenuhi tuntutan-tuntutan normatif. Jika tidak, justru bisa berisiko hukum.
Selain Kota Jogja, Lembaga Administrasi Negara (LAN) ini, Kota Jogja bersama dengan tiga daerah Kabupaten Majalengka, Muara Enim, dan Ciamis dinilai berhasil mengembangkan berbagai inovasi. Ketiga daerah ini bisa menjadi percontohan pelayanan kepada masyarakat.
Menteri Sekretaris Negara Prof Pratikno menjelaskan, inovasi merupakan suatu hal yang harus dilaksanakan penyelenggara pemerintahan. Baik dari tingkat pusat maupun daerah. Inovasi merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi. Dimana menuntut lembaga penyelenggara pemerintah untuk mengoptimalkan tugas pelayanannya.
“Inovasi yang dilakukan pemerintah akan mampu membalik stigma negatif birokrasi yang selama ini terkesan tidak profesional, tidak efektif, serta penuh dengan penyimpangan,” tutur Pratikno.
Kota Jogja menjadi pilot project Laboratorium Inovasi Daerah pada bulan Februari lalu. Kepala Deputi Inovasi Administrasi Negara LAN Tri Widodo Wahyu Utomo menilai Kota Jogja paling siap dan memiliki komitmen untuk melakukan inovasi.
“Tidak semua daerah berani mengambil resiko menjadil laboratorium Inovasi, karena inovasi masih dianggap sesuatu yang merepotkan, tidak lazim, dan menabrak aturan. Tapi, Pemkot Jogja memiliki komitmen mengoptimalkan tugas pelayanannya kepada masyarakat,” ungkapnya.
Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Kota (Setkot) menjelaskan, Kota Jogja telah melaksanakan 60 inovasi dari 120 inovasi yang direncakan. Inovasi-inovasi tersebut meliputi berbagai pelayanan yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Seperti misalnya layanan perizinan, kesehatan, perpustakaan dan informasi.
“Dari 60 inovasi yang telah dilaksanakan tersebut, 15 di antaranya akan dipamerkan dalam ajang Festival Inovasi Daerah yang juga menjadi bagian dari rangkaian acara Temu INAGARA ini pada hari Kamis (29/10 hari ini),” jelasnya. (eri/ila/ong)