YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA
DIRAWAT INTENSIF: Sejumlah murid SDN 5 Denggung mendapatkan perawatan di Puskesmas Sleman kemarin (30/10). Mereka diduga keracunan setelah mengonsumsi es buah dari pedagang kaki lima yang mangkal di depan sekolah mereka.
SLEMAN- Sebanyak 30 murid SDN 5 Denggung (Sleman) mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah setelah mengonsumsi es buah dari pedagang kaki lima yang mangkal di depan sekolah mereka, kemarin (30/10).
Dua korban harus menjalani rawat inap di Puskesmas Sleman, karena kondisi kesehatan mereka menurun. Sedangkan 26 murid lain diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan dari petugas medis.
Polisi segera mengejar penjual es, sesaat setelah mendapat laporan dari pihak sekolah. “Penjualnya laki-laki dan perempuan pakai motor roda tiga,” ungkap Anang, salah seorang korban.
Bocah kelas V itu mengaku tergiur membeli es buah lantaran cuaca panas dan kehausan. Tapi, beberapa menit setelah minum es buah, Anang merasakan perutnya bergejolak disertai pusing kepala. Ternyata, yang dialami Anang juga terjadi pada puluhan teman lain yang juga jajan es buah. “Harganya seribu per plastik. Isinya melon dan semangka dicampur sirup,” tuturnya.
Kepala Sekolah SDN 5 Sleman Surahman mengaku kecolongan oleh kemunculan dua pedagang yang belakangan diketahui sebagai suami istri tersebut. Pihak sekolah juga belum sempat memperoleh data penjual, seperti yang dilakukan kepada PKL lain yang biasa mangkal saat jam istirahat. “Itu pedagang baru,” katanya.
Surahman menduga, penjual es buah langsung kabur setelah mengetahui peristiwa keracunan masal akibat dagangannya. Surahman mendata, awalnya hanya 22 siswa yang mengeluhkan gejala keracunan. Tapi, jumlah korban kian bertambah hingga menjelang sore mencapai 30 orang. “Rata-rata korban murid kelas III dan V,” lanjutnya.
Kapolsek Beran Kompol Teguh Sumartoyo menduga, jumlah korban berpotensi lebih banyak. Dari penelusuran jajarannya, penjual es buah yang diketahui berinisial E dan M itu bergeser ke SD Pondokrejo, Tempel, lalu bergeser lagi ke SMPN 3 Tempel.
Polisi akhirnya berhasil menangkap pasutri yang berdomisili di wilayah Gamping. Kini, dua pedagang yang menggunakan kendaraan roda 3 jenis Tossa warna biru bernomor polisi AB 3079 XQ tersebut masih menjalani pemeriksaan polisi. “Kami sudah ambil sisa makanan dan muntahan sebagai barang bukti untuk diteliti,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Mafilindati Nuraini menduga, penyebab keracunan bersifat kimiawi dari bahan es buah. Bukan bacteriologic. Bahan tersebut bisa berasal dari pemanis atau pewarna buatan yang dicampurkan dalam air. “Untuk kepastiannya harus menunggu hasil uji laboratorium sampel es tersebut,” jelas Mafilinda.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Arif Haryono menyayangkan peristiwa tersebut. Sebab, selama ini pemerintah dan Balai Besar POM telah melakukan pembinaan terhadap pedagang jajanan pasar. Termasuk, mengimbau sekolah untuk mendata pedagang yang biasa mangkal. “Ini harus jadi perhatian bersama agar tak terulang. Lain kali, jajanan sekolah harus dipastikan keamanannya,” tegasnya.(yog/din/ong)