GUNAWAN/Radar Jogja
BAHAGIA: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menunjukkan rumah yang nantinya akan dihuni PGOT di Dusun Doga, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, kemarin (1/11).

GUNUNGKIDUL – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melakukan kroscek rumah program pengentasan bagi Pengemis dan Gelandangan termasuk Orang Terlantar (PGOT) di Gunungkidul, kemarin (1/11). Menteri Kabinet Kerja itu ingin mengetahui secara langsung kesiapan sarana dan prasarana sebelum dihuni.
Menurut rencana, permukiman yang berada di Padukuhan Doga, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, itu bakal dihuni sebanyak 40 kepala keluarga (KK) PGOT se-DIJ. “DIJ merupakan salah satu pilot project program Desaku Menanti, karena sudah memiliki perda tentang penanganan gelandangan dan pengemis. Jika tidak punya perda, dasar hukumnya akan lemah,” kata Mensos Khofifah Indar Parawansa.
Dia menjelaskan, rumah yang disediakan cukup representatif yakni tipe 45 dengan dua kamar tidur, ruang tamu, dapur dan kamar mandi dalam. Lebih luas dibandingkan dengan rumah yang digunakan untuk relokasi korban Gunung Sinabung.
“Kami minta Dinas Sosial DIJ untuk memberikan pelatihan ketrampilan bagi seluruh calon penghuni. Dengan begitu, warga yang tinggal di permukiman bisa mandiri dan memiliki penghasilan untuk bekal hidup di perumahan,” ujarnya.
Disinggung mengenai target huni, Khofifah mengatakan tahun ini bisa dihuni oleh PGOT yang sudah diberikan pelatihan. Selain itu pemerintah akan memberikan bantuan melalui program Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Program Keluarga Harapan (PKH). Untuk itu pihaknya mendorong kepada pemerintah desa untuk menyelesaikan masalah administrasi agar bisa mengikuti program.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial DIJ Untung Sukaryadi mengakui, hingga sekarang perumahan PGOT belum bisa ditempati karena belum ada listrik dan air. Namun dia berjanji akhir tahun ini sudah bisa dihuni. “Kami siapkan terlebih dahulu. Paling lambat tanggal 15 Desember mendatang, semuanya sudah siap,” kata Untung.
Terpisah, salah satu calon penghuni Maryati, 38, mengaku bahagia karena mendapat perhatian dari pemerintah. Dari lokasi itu dia ingin membuka lembaran baru. Profesi pengamen yang puluhan tahun digeluti, bakal menjadi kenangan. “Nanti kami juga akan beternak ayam di perumahan ini,” kata Maryati. (gun/laz/ong)