MAGELANG–Pertemuan perwakilan kelompok massa dari Kampung Paten Jurang dan Karanggading, di Mapolres Magelang Kota pada akhir pekan lalu mengakhiri pertikaian yang terjadi selama tiga hari. Sejak Selasa (28/10) hingga Kamis malam (29/10), kondisi dua kampung yang masuk Kelurahan Rejowinangun ini mencekam. Berkat kesigapan aparat kepolisian dibantu TNI dan masyarakat, konflik berhasil didamaikan.
Pada Jumat dini hari (30/10), perwakilan dua kampung tersebut bertemu. Pertemuan dimediasi Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto. Kedua kampung sepakat mengakhiri perselisihan tersebut. Mereka juga menyetujui beberapa poin kesepakatan.
“Bersyukur, akhirnya kedua kelompok massa bisa dimediasi dan sepakat menjaga kondusivitas daerah. Bila masing-masing pihak mengulangi perbuatannya lagi, kami akan tindak tegas dengan memprosesnya secara hukum,” ungkap Kasubag Humas AKP Esti Wardiani kemarin (1/11).
Sementara itu, Pj Wali Kota Magelang Rudy Apriyantono menyayangkan terjadinya bentrokan antara Kampung Paten Jurang dan Karanggading. Apalagi bentrokan membuat suasana dua kampung tersebutmencekam. Ia minta masalah yang memunculkan suasana tidak kondusif segera diselesaikan.
“Terus terang, saya menyayangkan ini bisa terjadi. Mesi belum sampai bentrokan atau tawuran antarwarga. Tidak perlu lama-lama lagi, masalahnya harus diselesaikan, baik secara kekeluargaan atau hukum,” katanya.
Menurutnya, perselisihan tersebut tidak perlu terjadi lagi. Kota Magelang akan menggelar hajat besar berupa Pilkada pada Desember 2015. Karenanya, ia berharap situasi dan kondisi kondusif. Rudy tidak ingin terjadi gesekan-gesekan yang bisa memicu terjadinya pertengkaran dan keributan.
“Saya harap semua tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pihak yang bertikai bisa duduk bersama menyelesaikannya. Saya apresiasi gerak cepat kepolisian yang berhasil mencegah terjadinya bentrokan dan memediasinya. Ke depan, saya harap kondisi semakin aman dan kondusif,” pintanya.
Senada disampaikan Ketua DPRD Kota Magelang HY Endi Darmawan. Ia mengaku kecewa atas ketegangan dua kampung tersebut. Politisi PDIP ini minta pihak yang bertikai menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin. Menurut Endi, tidak perlu terjadi pertikaian yang merugikan masyarakat.
“Kami langsung berkoordinasi di internal untuk membahas masalah ini. Apalagi, ada juga anggota dewan yang merupakan warga kedua kampung tersebut. Mari bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Magelang. Apalagi menjelang pilkada,” katanya.(dem/hes/ong)