MUNGKID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang konsisten menangani bencana yang terjadi. Atas prestasinya, BPBD diberi penghargaan Pengelolaan Keuangan dan Kapastias Kelembagaan Nomor 2 Nasional pada 2014.
Tahun ini, BPBD Kabupaten Magelang kembali menerima piagam. Yakni, penghargaan Tangguh Award 2015 dari pemerintah pusat. Penghargaan ini untuk kategori Pengelolaan Data Bencana dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Tingkat Kabupaten / Kota.
“Acara tahunan ini dihadiri berbagai pejabat tinggi negara. Seperti Mendagri, Gubernur Jateng, BNPB dan lainnya. Piagam 2015 diberikan kaitannya dengan sistem Pusdalops yang melaporkan terjadinya bencana alam dari kalangan bawah sampai BNPB,” kata Sujadi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang kemarin (1/11).
Sujadi melanjutkan, Pusdalops menggelar piket selama 24 jam untuk memonitor peristiwa bencana. Jika terjadi bencana, petugas yang piket turun ke lokasi bencana. Setiap shift siang dijaga 4 personel. Sedangkan shift malam ada 5 personel. Mereka terdiri dari relawan dan PNS BPBD. Tidak jarang, petugas dan relawan ikut menangani bencana meski malam hari.
“Penghargaan ini bersaing dengan seluruh BPBD Indonesia. Kategori ini dinilai dari semua peristiwa bencana di Kabupaten Magelang, bagaimana kami melaporkan dan bagaimana penanganannya. Selain itu, juga dilihat dari kecepatan input data terkait peristiwa bencana. Insya Allah, dari data yang valid ini mendukung kebijakan penanganan bencana,” paparnya.
Menurut Sujadi, keberhasilan mendapatkan penghargaan berkat kinerja semua pihak. Penghargaan merupakan hasil kerja pengelolaan Pusdalops. Ia berharpa, lewat penghargaan tersebut, ke depan lebih baik pelayanan ke masyarakat. Sesuai moto BPBD. Yakni, cepat, tepat, dan menyentuh hati masyarakat.
“Kami akan ada upaya peningkatan kapasitas anggota. Penghargaan ini dorongan untuk kita, agar lebih meningkatkan pelayanan ke masyarakat,” katanya.(ady/hes/ong)