KULONPROGO – Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo meminta kepala desa untuk meningkatkan kemampuannya dalam pengelolaan administrasi, keuangan, dan teknologi informasi. Upaya itu bisa ditempuh melalui program pelatihan yang didanai dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
“Perangkat desa dituntut memiliki kemampuan teknologi informasi yang mumpuni agar administrasi dan pengelolaan keuangan desa bisa lebih tertib sesuai aturan berlaku. Diharapkan itu meminimalkan kemungkinan terjadinya penyimpangan,” tegas Hasto saat melantik 35 kepala desa di Gedung Kaca, Wates, Sabtu (31/10).
Tiga puluh lima kepala desa yang dilantik telah terpilih dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kulonprogo, 20 September 2015 lalu.
Hasto berharap, kepala desa terpilih juga selalu berpedoman pada UU No 6/2014 beserta peraturan penjelasannya dalam menjalankan tugas. Kepada kepala desa yang terlantik juga diminta mengabdikan diri untuk melayani masyarakat.
“Jika diibaratkan, kepala desa itu perahu yang tidak akan pernah bisa mengambang jika tidak ada air di sekitarnya (masyarakat). Maka sehebat apa pun kepala desa, tidak akan ada artinya jika tidak didukung warganya dan memberikan pelayanan optimal,” ujarnya.
Seperti diketahui, pilkades serentak tahun 2015 lalu di Kulonprogo diikuti 117 calon. Sebanyak 12 orang dari 35 kepala desa terpilih merupakan petahana (incumbent). Sisanya berasal dari kalangan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dua orang, perangkat desa (dua orang), pegawai negeri sipil (dua orang), dan tokoh masyarakat (17 orang). Mereka akan menjabat untuk enam tahun ke depan.
Paulus Sosiandaru, Kades Jatisarono, Kecamatan Nanggulan mengatakan, ia akan segera berkoordinasi dengan seluruh perangkat desa untuk menjalankan roda pemerintahan. Sebelum merancang program baru, target terdekatnya yakni meneruskan dan menyelesaikan program kerja tahun 2015. “Senin sudah mulai menjalankan tugas. Kami juga akan menyelesaikan pembuatan APBDes 2016,” ucapnya. (tom/laz/ong)