BANTUL – Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Bantul memanfaatkan peringatan Hari Pangan Se-Dunia (HPS) XXXV dengan unjuk prestasi. Acara di di lapangan Paseban kemarin (30/10) juga ditandai dengan launching produk makanan khas Bantul bernama Srioca.
Kepala BKP3 Bantul Pulung Haryadi menyatakan, Srioca merupakan produk makanan hasil inovasi kelompok tani. Srioca adalah pengembangan dari mides. Dengan inovasi ini mides dibuat versi kering sehingga dapat tahan sampai enam bulan. “Kalau mides hanya bisa bertahan sehari,” terang Pulung di sela acara.
Meski tahan lama, Pulung memastikan pembuatan Srioca tanpa menggunakan bahan pengawet. Para petani hanya menggunakan tiga bahan baku. Yaitu, tepung tapioca, tepung jagung, dan Mocaf. Sehingga makanan khas ini aman dikonsumsi.
Menurutnya, lahirnya produk Srioca hasil inovasi kelompok petani Srihardono, Pundong ini juga tak lepas dari andil BKPP DIJ, UGM, dan LIPI. Selama setahun terakhir BKPP DIJ, UGM, dan LIPI intens memberikan bimbingan kepada para petani. “Nanti akan kami gilir ke kelompok tani dengan produk berbeda,” ujarnya.
Pulung menargetkan, setiap tahun lahir kreasi produk makanan baru dari kelompok tani. Agar berbagai makanan khas Bantul kian popular. Alhasil, tingkat perekonomian para petani pun juga akan meningkat dengan sendirinya.
BKP3, kata Pulung, sebetulnya menghadapi kendala yang cukup pelik. Saat dituntut terus berinovasi, BKP3 justru kekurangan tenaga penyuluh. BKP3 saat ini hanya memiliki 69 tenaga penyuluh. Mereka bertugas memberikan penyuluhan dalam bidang pertanian, kehutanan, dan perikanan. “Rata-rata usia mereka sudah di atas 50 tahunan,” ungkapnya.
Padahal, jumlah kelompok yang harus didampingi tidak sedikit. Kelompok tani, misalnya, ada 819, kelompok wanita tani 270, kelompok ternak 945, kelompok perikanan 379, 44 lumbung pangan, dan 17 LDPM. Nah, untuk mensiasatinya BKP3 kemudian berinisiatif membentuk kader penyuluh swadaya. “Saat ini sudah ada 204 penyuluh,” paparnya.
Peringatan HPS XXXV berlangsung hingga Minggu (1/11) mendatang. Ada pameran pangan yang diikuti 51 stand berbagai kelompok dari 17 kecamatan.
Pj Bupati Bantul Sigit Sapto Rahardjo mengingatkan pentingnya inovasi dan pameran pangan lokal. Sebab, ada dampak yang luar biasa dengan pesatnya perkembangan pangan lokal.(zam/din/ong)